Happy reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa Minggu kemudian...
[Di belakang sekolah]
"Jev!! Tumben lu gabung sama kita lagi? Lu gak bareng pacar lu?" Tanya Vano, yang belakangan ini menjadi sangat dekat dengan Jevan.
"Dia lagi ada rapat osis" Jawab Jevan
"Oh gitu, oh ya btw, ada kelas 10 yang mau join ke geng kita"
"Kelas 10? Siapa?"
"Gatau, mereka lima orang kemarin datangin gue, terus minta pengen masuk" Jawab Vano
"Terus lu jawab apa?" Tanya Jevan
"Emm... Gue jawab, tunggu lu datang" Jawab nya
"Oh"
"Jadi menurut lu gimana? Kita bolehin atau gak?"
"Bolehin aja" Jawab Nya
"Seriusan? Berarti geng kita aktif lagi nih??" Tanya Vano bersemangat
"Hem" Jevan mengangguk
"Asikk lah Broo!! Gue kira nih geng kita ga bakal aktif lagi!... Thanks bro!"
"Tapi jangan berulah yang melibatkan OSIS! Ngerti kan maksud gua?!" Tanya Jevan dengan tatapan elang nya
Kalo udah ngumpul dengan anak se per geng an nya, jiwa ketua di dalam diri Jevan emang bakal keluar.
"Siapp lah!!" Jawab mereka semua bersamaan.
Btw, disitu bukan hanya ada Jevan dan Vano aja ya, disitu ada anggota yang lain, cuma mereka daritadi hanya menyimak.
Beberapa jam kemudian, 5 orang yang disebut Vano tadi pun datang menghampiri Jevan dan Vano.
"Gimana kak? Kita boleh gabung gak?" Tanya salah satu dari lima orang itu
"Blh aj. Cm lu semua gaad yg blh ngelibatin OSIS dlm aksi lu" Ucap Jevan
"Aman lah" Jawabnya
Bell masuk pun berbunyi, Jevan dan Vano pun berniat untuk kembali ke kelas mereka.
Saat sampainya dikelas, Jevan langsung menghampiri Farhan yang sedang bermain ponsel.
"Woi. Mana Reyga?" Tanya Jevan
"Masih rapat osis" jawab Farhan sedikit gugup
"Kapan selesainya?" Tanya nya lagi
"Gatau, mungkin jam pulangan?"
"Ok" Jevan pun kembali duduk dibangku nya.
"Gausah galau kali Jev, pulangan juga paling lu bareng dia kan?" Ucap Vano
"Hm" Jevan hanya berdehem
Mereka pun belajar seperti biasanya, sampai tibanya di jam istirahat kedua.
"Jev, anak anak ngajak ke Indomaret dekat sekolah, lu join gak?" Tanya Vano
"Ngapain kesana?"
"Gatau, lu mau join gak? Kalo ga, yaudah gue pergi sendiri"
"Gue join" Ucap Jevan kurang yakin
"Hem. Ayo kalo gitu"
Mereka pun berjalan keluar kelas mereka, tidak hanya mereka.. anggota geng dari kelas lain pun ikut bersama.
Setibanya di Indomaret, mereka kumpul di kursi yang sudah disediakan didepan Indomaret itu setelah membeli makanan minuman di Indomaret tsb.
"Udah lama lu ga nyebat Jev, lu mau gak?" Tanya salah satu temennya, sebut aja Riko
"Dia udah ga nyebat Rik, dilarang sama pacarnya. Pacar nya kan ketos" Jawab Vano
"Lah bjir, gue juga tau kalo itu. Cuma kan disini gaada pacar lu dia ga bakal tau" Ujar Riko
"Setan juga lu Rik" lagi lagi sahut Vano
"Bacot lu, gue daritadi nanya Jevan juga. Gimana Jev? Mau ga lu?" Tanya Riko terus menerus
"Siniin" Jevan mengambil sebatang rokok beserta Korek dari tangan Riko, ia mulai membakar ujung rokok tsb, dan menyebatnya.
"Jev, yakin lu?" Kaget Vano
"Apaansih lu rel, alay bat. Cowo tuh merokok, boty itu mah kalo ga ngerokok" Ucap Riko
Jevan hanya diam, pikirannya entah melayang kemana... Sedaritadi ia tidak memperhatikan kejadian keributan yang dibuat oleh teman temannya itu
"Jev, diam diam bae" Tegur Jerry, temannya yang lain
"Lagi mikirin Reyga gua" Jawab Jevan
"Ciilah bucin"
"Gua mah punya pacar, gue mikirin dia karena gue khawatir. Lu yang jomblo diam aja" Ujar Jevan menatap sekilas temennya itu
"Ya dah siap, pak bucin"
To be continued......
KAMU SEDANG MEMBACA
Jevan Reyga [BL LOKAL]
Teen FictionJevan menyukai Reyga dari lama, namun Reyga selalu menolaknya dengan alasan dia masih Normal. Namun pada saat tertentu Reyga mulai menerima Pernyataan perasaan dari Jevan karena ia berfikir dia akan sangat risih jika selalu di pertanyakan hal yang s...
![Jevan Reyga [BL LOKAL]](https://img.wattpad.com/cover/350041184-64-k427255.jpg)