Chapter 25

2.4K 82 0
                                        

Happy reading

.
.
.
.
.
.
.
.

Di mansion.

Sejujurnya, Jevan sengaja membawa Rey pulang ke mansionnya, walaupun di awal Rey sudah meminta untuk diantar pulang ke rumah nya, namun Jevan tetap memaksa, dan berakhir Rey yang mengalah.

Sesampainya di mansion, Rey dan Jevan pun turun dari mobil, dan beralih masuk kedalam mansion tsb.

"Kamu mau bahas apalagi?" Tanya Rey, peka banget Abang cantik satu nih.

"Gaada. Aku cuma pengen berdua sama kamu malam ini" Jawab Jevan, yang sebenarnya sempat membuat Rey merona.

Rey hanya diam, dan pergi ke ruang tengah dan duduk di sofa empuk mansion itu.

"Sayang, tunggu sini dulu ya. Kayaknya aku ada ketinggalan barang di sekolah" Ucap Jevan sembari menyimpan kunci mobilnya didekat situ, dan beralih mengambil kunci motornya.

"Kalo tau kamu bakal ninggalin aku sendiri, mending kamu gausah ngajak aku kesini" Ucap Rey tiba tiba.

"Aku cuma sebentar aja sayang. Aku bakal cepet balik kok.. kamu bisa kan nunggu bentar aja?"

"Hem." Rey hanya mengangguk, ia cukup kecewa dengan perilaku Jevan.

Jevan pun mendekati Rey, dan mengecup dahi nya sekilas, ia tersenyum pada Rey dan kemudian pergi dari mansion itu.

"Ish! Dasar!" Kesal Rey

[Di sekolah]

"Akhirnya datang juga lu!" Ucap Vano, yang ternyata udah menunggu temannya ini sedari tadi.

"Mereka masih aman kan?" Tanya Jevan

"Aman, ayo ke belakang sekolah" Ajaknya yang langsung di angguki Jevan

Sesampainya mereka di belakang sekolah, mereka dipertemukan dengan cukup banyak orang yang merupakan anak geng Jevan.

Anggota baru yang berulah tadi di kumpul di tengah, agar lebih mudah bagi Jevan menghafal wajah wajah mereka ini.

"Maaf kak Jevan!" Ucap salah satu dari mereka dengan reflek nya.

"Cuih" Jevan meludah ke sembarang arah.

"MAKSUD KELAKUAN KALIAN TADI APA HAH?!" Setelah mengatakan kata itu dengan lantang, Jevan langsung menendang mereka satu persatu hingga mereka terjatuh ke tanah.

"M-maaf kak..."

"LU SEMUA PADA LUPA SAMA UCAPAN GUA HAH?! KALIAN KALO MAU BERULAH JANGAN MELIBATKAN OSIS!!" Tegas Jevan dengan matanya yang sudah memerah karena marah.

"T-tapi kak... Osis selalu ada di setiap tempat... Susah kalo sampai ga ketahuan sama mereka" Jelas mereka

"KALO LU SEMUA GABISA SAMPAI GA KETAHUAN! YA GAUSAH NGELAKUIN ANJ!N6." Jawab Jevan

"Berdiri lu semua!" Titah Jevan, yang langsung dituruti oleh mereka.

Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh

Jevan memukul wajah mereka satu persatu, sampai mereka terjatuh ke tanah kembali.

"Jev, udah Jev... Jangan kelewatan" Ucap Vano, berusaha menghentikan Jevan dari jauh.

Jevan kalo udah dalam suasana hati yang buruk kayak gini, mana ada satupun anggota nya yang berani ngehentiin dia. Vano aja cuma ngomong dari jarak yang cukup jauh dari Jevan.

"Bacot lu anj! Gausah ikut campur bangsat!" Jawab Jevan dengan kata kata umpatannya.

"BANGUN LU SEMUA! GAUSAH JADI COWO LEMAH!" Titah Jevan, yang lagi lagi dituruti oleh mereka.

"Lu semua bangsat tau g--" Ucap Jevan terpotong saat mendengar suara ponselnya berdering

Saat mengambil ponselnya, Jevan langsung membaca nama yang tertera di layar hp nya itu,
Dengan cepat Jevan langsung mengangkat telefon tersebut.

"Kenapa sayang?" - Jevan

"Katanya cuma bentar doang, kok lama?" - Rey

"Ini aku udah otw pulang kok, tunggu ya" - Jevan

"Jangan lama lama!" - Rey

"Siap sayang" - Jevan

Tuttt..
Panggilan terputus.

Setelah memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana nya, Jevan pun kembali mendekati anak geng baru nya ini.

"KALI INI GUA AMPUNIN LU SEMUA! TAPI KALO SEMPAT GUA TAU LU BERULAH LAGI, DAN NGELIBATIN PACAR GUA, HABIS LU SEMUA DI TANGAN GUA!" Ucap Jevan, kemudian langsung meninggalkan tempat itu.
















To be continued.....











Jevan Reyga [BL LOKAL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang