Happy reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Menunggu beberapa menit, Rey pun mendapati Jevan telah sampai di mansionnya.
Disaat Jevan masuk kedalam mansionnya, ia langsung menghampiri Rey yang sedaritadi menunggu nya itu.
"Barang kamu yang mana yang ketinggalan?" Tanya Rey
"Pulpen.. tadi udah kucari tapi gak ketemu, makanya aku agak lama di sekolah. Maaf ya sayang" Jawab Jevan
Tanpa menaruh rasa curiga, Rey pun hanya mengangguki ucapan pacarnya itu.
"Tuh bakso dimakan, tadi aku pergi beli ke depan gang" Ucap Rey
"Yaampun sayang, kenapa kamu gak nitip sama aku aja? Kan kamu maunya Istirahat dulu, aku gamau kamu kecapean" Jelas Jevan
"Udah ah Jev! Gausah lebay! Aku bukan lagi hamil! Jalan ke depan gang doang mah aku bisa. Gausah berlebihan" Jawab Rey
"Sayang.. mana tau nanti kamu hamil anak kita" Ucap Jevan yang seketika membuat mata Rey membulat sempurna.
"Apaansih! Ngaco! Makan tuh bakso, ntar dingin ga enak" Titah Rey
Dengan tawa kecil, Jevan pun duduk di samping Reyga, kemudian membuka bungkusan bakso tsb.
"Kamu udah makan?" Tanya Jevan
"Udah tadi. Aku makan deluan"
"Ga bohong kan?" Tanya Jevan
"Ga percayaan, itu piring nya ada di wastafel" Jawab Rey percaya diri.
"Hahaha oke deh, aku makan ya"
Jevan pun memakan bakso itu hingga habis, sedangkan Rey sibuk menonton tv, lebih tepatnya dia nonton youtube di tv nya.
"Oh ya, tadi kebetulan dompet kamu ketinggalan, jadi aku pake uang kamu buat bayar bakso 2 porsi" Ucap Rey tiba tiba
"Oh" Jevan hanya mengangguk
"Lagian salah mu kan kenapa ga bawa dompet. Kamu jangan marah ya" Ucap Rey berharap kekasihnya luluh dengan perilaku nya.
"Gapapa sayang. Pake aja, gausah izin. Aku ga bakal marah. Kamu pake sepuas kamu pun gapapa"
"Oke" Rey mengangguk setuju
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya.
Jevan terbangun dari tidurnya dikarenakan sinar matahari yang memantul lewat jendela kamarnya.
Jevan mengucek matanya, memperbaiki penglihatannya yang cukup buram. Setelahnya, ia menoleh ke arah samping kasurnya dan mendapati pacarnya itu sudah tidak ada di samping nya.
Dengan cepat ia langsung terbangun, dan berjalan menuju ke dapur.
"Sayang.. ngapain disini?" Tanya Jevan, feeling kekasih sejati tidak pernah salah.
"Kamu ngeliat aku lagi ngapain?" Tanya Rey, tanpa melihat ke arah Jevan.
Mendengar jawaban kekasihnya yang kurang memuaskan pun, Jevan langsung menghampiri Rey dan memeluk pinggul ramping Rey dari belakang
"Kangen" Ucap Jevan tepat di leher Reyga
"Lepasin dulu ah. Aku mau fokus masak" Pinta Rey
"Gamau! Kan bisa masak sambil pelukan" Elak Jevan
"Males debat. Terserah"
Rey dengan telaten memasak sarapan pagi untuk mereka berdua, walaupun kurang fokus, tapi ia tetap melakukannya dengan sempurna.
Jevan terus menciumi leher Rey, bahkan terkadang ia menghisap nya. Rey yang sudah cape pun langsung melepas lingkaran tangan Jevan dari tubuhnya
"Ga lucu ya Jev!" Kesal Reyga
"Maaf sayang... Abisnya kamu wangi banget, gimana aku ga kegoda coba" Jawab Jevan tanpa penyesalan
"Ck. Kamu tunggu di meja makan aja, ntar aku bawain makanan nya" Titah Rey
"Siap sayang!!!"
....
Setelah menghabiskan sarapan pagi, mereka berdua pun bersantai di sofa ruang tengah.
Kebetulan karena hari ini adalah hari Sabtu, mereka pun hanya bersantai berdua.
"Sayang..." Panggil Jevan dengan lembut
"Hm?" Jawab Rey singkat
"Coba manggil aku pake sayang"
"Buat?" Rey menoleh ke arah Jevan
"Pengen denger aja"
"Sayang" Ucap Rey polos
"Polos banget. Nadanya diubah dikit dong" Pinta Jevan
"Kamu kenapa sih?!" Bingung Rey
"Gapapa. Yaudah deh gausah" Jevan membatalkan permintaan nya.
Rey yang mendengar itu pun, sontak mendekatkan dirinya dengan Jevan lalu memeluknya.
"Sayaaang!!" Ucap Rey manja, seraya memohon maaf ke Jevan.
Mendengar itu Jevan langsung tersenyum dan mengecup bibir Rey dengan singkat
"Jev...?!" Panik Rey
"Lucu banget" Jawab Jevan dengan senyuman di bibir nya.
"Btw, bibir kamu manis juga. Pake lipbalm merek apa?" Tanya Jevan lagi
"Yang kayak biasa nya aja, rasa strawberry" Jawab Rey dengan polosnya.
"Boleh ngerasain lagi gak?"
To be continued.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Jevan Reyga [BL LOKAL]
Teen FictionJevan menyukai Reyga dari lama, namun Reyga selalu menolaknya dengan alasan dia masih Normal. Namun pada saat tertentu Reyga mulai menerima Pernyataan perasaan dari Jevan karena ia berfikir dia akan sangat risih jika selalu di pertanyakan hal yang s...
![Jevan Reyga [BL LOKAL]](https://img.wattpad.com/cover/350041184-64-k427255.jpg)