Happy reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan paginya.
Reyga terbangun lebih dulu dibanding Jevan, saat setelah mengumpulkan nyawa terlebih dahulu ia berusaha berdiri dari duduk nya walaupun merasa sakit di bagian bawahnya.
"Gara gara Jevan nih! Ah ngeselin!" Kesalnya sembari terus berjalan menuju ke kamar mandi.
"Sayang" Panggil Jevan tiba tiba, yang berhasil membuat langkah Reyga terhenti.
"Apa?" Jawabnya singkat
"Kenapa ga bangunin aku hm?.. masih sakit ya?" Jevan langsung berdiri dari tidurnya dan datang menghampiri Reyga.
"Gausah nanya!"
"Sini aku gendong ke kamar mandi. Kita mandi bareng" Ucap Jevan yang langsung mengangkat tubuh Reyga.
"Mandi doang ya! Ga bakal aneh aneh!" Ancam Reyga di gendongan Jevan
"Iya sayang"
Jevan dengan hati hati membawa Reyga kedalam kamar mandi, dan langsung mendudukkan nya didalam bath tub.
Reyga terduduk didalam bath tub dengan kaki yang terlentang kedepan, sembari punggung nya bersandar.
Sedangkan Jevan?.. ia mengisi bath tub tersebut melalui shower.
Setelah ia rasa air nya cukup, Jevan pun berhenti dengan aktifitas nya tadi. Dan beralih membasahi tubuhnya dengan air shower tsb.
Jevan dengan cepat menyelesaikan mandinya, sedangkan Reyga?... Ia masih sibuk bermain air sembari berendam didalam bath tub tsb.
"Sayang, udah pake sabun?" Tanya Jevan, yang sudah kelar mandi
"Belum. Kamu deluan aja keluar, aku masih pengen di sini" Jawab Reyga
Mendengar jawaban itu, Jevan pun hanya mengangguk dan memakai handuk kemudian keluar dari dalam kamar mandi.
"Kenapa aku gabisa ngelupain kejadian semalam!??" Ucap Reyga kesal dengan nada pelan.
"Ga ga, udah gausah diingat ingat terus reyga-!!"
"Mending gue pake sab--"
"Sayanggg~~" Ucap Jevan yang berlari masuk kedalam kamar mandi.
"Kenapa?" Bingung Reyga
Bukannya menjawab, Jevan malah langsung masuk kedalam bath tub tepatnya berhadapan dengan Reyga.
"Aku kangen" Ucap Jevan tiba tiba
"Apaansih jev?.. kamu udah pake baju kenapa nyebur kesini lagi? Kan jadi basah jevan!!!" Tegur Reyga
"Yaudah"
Setelah mengatakan itu, Jevan dengan cepat langsung melepas semua pakaian ditubuh nya.. dan kembali masuk kedalam bath tub.
"Udah kan?" Ujar Jevan tanpa dosa
"Ga lucu jev."
"Aku ga lagi ngelawak sayang" Jawab Jevan dengan nada lembutnya
"Ngapain kamu kesini lagi?" Tanya Reyga untuk yang kedua kalinya.
"Mau nyabunin kamu"
"Aku bisa sabunin badan aku sendiri. Gausah repot repot" Elak Reyga
"Ga repot sayang. Lagian, kamu kan gabisa nyabunin belakang kamu, biar aku bantuin ya?" Mohonnya
"Ck. Boleh, tapi cuma nyabunin ya! Ga bakal aneh aneh!" Tegas Reyga
"Siap ibu negara!!" Senang Jevan, yang langsung mengambil sabun.
"Kok ibu negara lagi sih!?"
"Cocok buat kamu sayang" Jawabnya
"Menurut ku ga tuh. Berhenti manggil aku dengan sebutan itu!.. I hate."
"Siapp kesayangan jevan" Ucap Jevan.
Mendengar nama panggilan lain, Reyga hanya terdiam sementara Jevan tersenyum senang.
.....
To be continued....
Hehe . Bingung sama alurnya? Sama kok aku juga bingung hehe ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Jevan Reyga [BL LOKAL]
Teen FictionJevan menyukai Reyga dari lama, namun Reyga selalu menolaknya dengan alasan dia masih Normal. Namun pada saat tertentu Reyga mulai menerima Pernyataan perasaan dari Jevan karena ia berfikir dia akan sangat risih jika selalu di pertanyakan hal yang s...
![Jevan Reyga [BL LOKAL]](https://img.wattpad.com/cover/350041184-64-k427255.jpg)