LINGLING POV
Setelah Orm pergi dari ruangan kerja, aku membiarkannya pergi karena aku sudah tau kalau Orm akan pulang kerumah.
Tapi, kenapa mata Orm sembab tadi, apa Orm menangis ? Kalau Orm menangis, apa dan siapa yang membuatnya menangis ?
Apa Orm menangis karena ulahku ? Tapi apa salahku jika Orm menangis gara-gara aku ?
Banyak sekali pertanyaan yang berada di dalam kepalaku, sampai aku tidak fokus bekerja seperti ini.
Jujur saja aku tidak tahan jika harus seasing ini bersama Orm, aku tidak mau seperti ini.
" fuck "
Hanya itu yang bisa aku lontarkan sambil menggebrak meja kerjaku, karena aku tidak tahan harus menjadi seasing ini bersama Orm.
Cklekkk....
Aku menatap tajam ke ambang pintu saat pintu ruangan kerjaku mulai terbuka, aku seperti ini karena aku kesal jika ada seseorang yang berani membuka pintu kerjaku tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Saat aku melihat siapa yang berada di ambang pintu ruang kerjaku, kekesalanku semakin bertambah.
" bolehkah aku berbicara denganmu sebentar " jelas Ying padaku
Ya, yang membuka pintu ruangan kerjaku tanpa mengetuknya terlebih dahulu itu adalah Ying.
" masuklah " ketusku
Ying menutup pintu ruangan kerja dan lalu setelah itu dia menguncinya.
Aku heran kenapa dia meski mengunci ruangan kerjaku, memangnya apa yang akan dia bahas sampai-sampai harus mengunci pintu segala.
" ada yang ingin aku katakan padamu " ucap Ying saat dia sudah duduk di hadapanku
" apa ? " aku masih saja ketus pada Ying, karena aku malas saat mengingat kejadian dimana Orm berada di pelukannya
" sepertinya kamu mengetahui sesuatu Ling " ucap Ying
" jelas " ketusku
" katakan apa yang kamu ketahui ? " tanya Ying
" sepertinya aku tidak harus mengatakan apapun, yang seharusnya menjelaskan sesuatu itu kamu bukan aku " ucapku sambil menunjukan jari telunjukku di arah wajah Ying
Ying kini menepis tanganku yang berada di hadapan wajahnya.
" jangan menunjuk wajahku, bicaralah dengan sopan ! " jelas Ying
" haruskah aku begitu pada sahabat yang sudah merebut kekasihku ? " kedalku
" what ? Maksudmu apa ? " heran Ying
" tidak usah seperti itu, aku tau apa yang kamu lakukan pada Orm " jelasku
" ya apa ? Makannya jelaskan, tidak usah marah seperti ini padaku, aku tidak paham " jelas Ying yang sudah emosi
" haruskah kamu mendengarkan penjelasanku ? " tanyaku yang semakin kesal
" harus " singkat Ying
" apa kamu mempunyai perasaan pada Orm ? " tanyaku
" what ? " heran Ying
" ayolah Ying, tidak usah pura-pura seperti itu " jelasku
" aku malas beragument denganmu Ling, sepertinya kamu salah paham " jelas Ying
" SALAH PAHAM ? " aku kini mulai berteriak di hadapan Ying
Praaakkk.....
Kali ini aku mulai menggebrak meja kerjaku di hadapan Ying, aku kesal ketika dia tidak mau mengakui sesuatu dan malah bilang bahwa aku salah paham padanya.
Aku mulai berdiri di hadapan Ying sambil menatap Ying dengan tajam.
" AKU MELIHATMU MEMELUK ORM SAMBIL MENGELUS PUNGGUNGNYA DAN KEPALANYA " aku terus berteriak pada Ying karena aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku
" APA ITU BISA DI SEBUT DALAH PAHAM ? " aku berteriak kembali sambil menunjuk wajah Ying kembali
Ying kini menepis tanganku kembali dan lalu dia beranjak dari duduknya untuk berdiri juga di hadapanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In Silent (LingOrm) S.1
FanfictionLingOrm Seorang gadis yang mencintai seseorang dalam diam dan hanya dirinya sendiri yang mengetahui nya.
