Bintang berjalan menurunni anak tangga tak lupa dia memakai jaket kebanggaannya apalagi kalau bukan BLACKWOLF dan hari ini dia akan pergi ke markas
"ma pa Bintang pergi dulu yaa" pamit Bintang kepada orang tuanya
" kamu mau kemana sayang" tanya Lalita mama Bintang
"kemarkas ma" jawab Bintang dengan datar
"jangan tawuran terus" ucap Indra dengan nada memperingati
"iya pa Bintang pergi dulu" ujar Bintang
Lalita yang melihat putra satu satunya itu yang nampak berbeda tidak seperti biasanya hanya menatap kepergian anaknya itu dengan sendu
"pah Bintang kenapa yaa kok dia datar banget nggak kaya biasanya" tanya Lalita kepada suaminya Indra
"perasaan mama aja kalik mungkin Bintang baru ada masalah jadi dia seperti itu di maklumin aja maa" jawab Indra mencoba menenangkan istrinya
"mungkin kalik ya pah" ucap Lalita
Sedangkan Bintang mengendarai motornya dengan kebut kebutan untung saja dia memilih jalan yang sepi tidak ada kendaraan yang berlalu lalang jadi dia bisa leluasa mengendarai motornya tanpa membahayakan keselamatan orang lain
Bintang memberhentikan motornya tepat berada di pinggir jalan melepas helemnya begitu kacau sekarang ini keadaannya
"AAAKKKKHHHH KENAPA GUE SELALU TERINGAT LO TERUS" teriak Bintang mengacak rambutnya yang sudah berantakan
Flashback
dua orang yang sedang di mabuk asmara itu kini sedang duduk di taman begitu sangat mesranya sehingga membuat orang orang yang melihatnya iri
"Bintang" ucap perempuan yang sedang menyenderkan kepalanya ke bahu Bintang
"iya kenapa" jawab Bintang tanpa mengalihkan pandangannya ke perempuan itu
Perempuan itu tersenyum ketika di tatap Bintang dengan hangat "aku seneng banget deh hari ini kita bisa jalan"
"maaf ya gue terlalu sibuk sampai nggak pernah ada waktu buat lo" ujar Bintang dengan rasa bersalah
"nggak papa lagian kamu itu punya kegiatan nggak semua dunia kamu itu mesti tentang aku" balas perempuan itu meyakinkan Bintang
Meskipun hubungan mereka ini belum di resmikan tapi mereka saling menyayangi satu sama lain
"gue nggak janji sama lo tapi gue bakallan luangin waktu gue buat lo" ucap Bintang sambil mengelus puncak kepala perempuan itu
"iya Bintang" jawab perempuan itu terus menatap Bintang hingga suara dering telfon membuyarkan mereka
"aku angkat tlfn dulu ya" ucap perempuan itu dan di balas dengan anggukan Bintang
"hallo" ucap perempuan itu
"...."
"ohh oke aku kesana sekarang" kata perempuan itu dan mematikan telfonnya kemudian beralih menatap Bintang
"Bintang aku harus pulang karna ada beberapa tugas yang harus aku kerjain" ucap perempuan itu
"ohh ya udah yuk aku anterin" ajak Bintang
"ayuk" ujar perempuan itu
Mereka pun bangkit dari tempat duduknya berjalan ke arah montor sport milik Bintang tak lupa memakaikannya helm setelah di rasa siap Bintang melajukan motornya dan tak butuh waktu lama mereka pun sampai di sebuah rumah nan megah
"makasih ya kamu udah anterin aku pulang" ucap perempuan itu
"iya sama sama kalau gitu gue pulang duluan ya" pamit Bintang
"iya hati hati yaa" ujar perempuan itu dan di angguki oleh Bintang
Bintang pun pergi dari halaman rumah itu dan meninggalkan perempuan itu dengan sendiri
"hai sayang" sapa laki laki bertubuh tinggi
"ehh kamu ngagettin aja sihh" ucap Perempuan itu
"Sama laki laki itu lagi"ucap lelaki yang bertubuh besar dengan perut sedikit buncit
"Iyaa kan aku habis ke taman tadi sama Bintang" balas perempuan itu
"Kapan sih kamu tinggalin dia aku males kalau harus ngumpet ngumpet gini terus" ujar lelaki itu
"Sabar ya sayang bentar lagi pasti aku tinggalin kok kan kita juga mau keluar negri buat happy happy" ucap perempuan itu dengan senyum
"ya udah deh kita masuk aja yuk takutnya dia balik lagi" kata lelaki bertubuh tinggi itu
"yuk sayang kita masuk" ucap perempuan itu mereka berdua pun memasukki rumah itu tampa mereka sadari bahwa percakapan dan interaksi mereka berdua di awasi oleh Bintang yang berada di luar pagar
Flashback on
"AAKKKHHHH BANGSAT LO DASAR CEWEK SIALAN" umpat Bintang dengan emosi yang tidak terkendali
"Selama ini gue kurang apa GUE KURANG APA ANJING AAKKHHH"
"Gue janji sama diri gue sendiri kalaupun Lo balik lagi di hadapan gue gue pastikan bahkan gue nggak akan pernah kembali lagi sama lo cewek sialan"
Memori memori masalalu itu terus mengganggu pikirannya akhir akhir ini sungguh Bintang sangat membenci perempuan itu
"gue nggak boleh kaya gini terus dia nggak baik buat gue dan gue harus lupain dia mulai sekarang gue akan buktiin kalau gue nggak akan pernah mau untuk kembali sama dia lagi sampai kapan pun" ucap Bintang dengan nafas menggebu nggebu
Bintang pun cepat cepat memakai helem menyalakan mesin motornya dan pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju markas
•••
Seperti biasa yaa vote dan jangan lupa follow
KAMU SEDANG MEMBACA
AGASHA BINTANG
Romansa[Hai guys selamat datang dan selamat membaca semoga kalian suka dengan cerita ini yaa] Agasha Bintang Grafellio Abelard seorang ketua BLACKWOLF berwajah tampan dan cool yang di takuti oleh semua orang hingga pada akhirnya dia di pertemukan dengan se...
