Hanza Adesti Ginando, cowok kulit putih dengan tinggi SNI itu berjalan terseok kala energinya terkuras habis seharian ini, dalam benaknya berharap ada seseorang yg ia kenal dan bisa ia tumpangi untuk sampai di kosan putra tempat ia tinggal.
"Masih jauh nih kaki dah kayak jelly aja"
Gumaman kecil itu terdengar, ia melihat sekeliling, sepi bahkan hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas.
Jam menunjukkan pukul delapan lebih limabelas, seharian ini ia mengikuti acara kampus sebagai maba yang baik ia mengikuti semua kegiatan hari ini.
"Hanza?"
Panggil seseorang, Hanza yang dipanggil refleks menoleh. Ia tak mengenal lelaki di atas motor beat karbu itu.
"Hmmm siapa ya?"
Hanza terlihat bingung, ia baru sampai di kota ini seminggu yang lalu dan baru mengikuti kegiatan kampus hari tadi saja. Bahkan teman satu kelompoknya saja belum ia kenal.
"Gue Vegas, Lo lupa?"
Hanza berusaha mengingat, tak ada tuh teman satu kelompoknya yang bernama vegas, ia mencoba mengabsen seluruh teman kelompoknya namun nihil yang ia kenal hanya Boris si Batak dan Asep si Sunda.
"Ohh iya lo yang tadi bawa risol mayo kan?"
Hanza dibuat semakin bingung, iya sih dia yang bawa risol mayo tapi ni orang siapa. Itu yang ada di benak Hanza saat ini.
"Duluan ya kak"
Hanza memilih pergi, meninggalkan lelaki di atas motor itu meliriknya heran lalu tak lama suara motor itu terdengar mendekat menemanii Hanza yang kembali berjalan.
"Gue anter pulang"
Hanza abai karena siapa juga yang mau ikut orang gak kenal di malam hari ini. Hanza memilih terus berjalan.
"Hadeuhh ni bocah"
Laki laki itu memilih menarik gas dan meninggalkan Hanza begitu saja.
"Dia siapa?"
Menggelengkan kepalanya pelan lalu memilih bodoamat dan melanjutkan jalan kakinya menuju kosan yang tak jauh lagi.
Skip
Keesokan harinya, Hanza kembali ke kampus karena ada beberapa kegiatan namun tak sepadat hari kemarin, ia juga sudah mengenal beberapa temannya selain kedua teman beda sukunya itu.
"Kak Vegas woy"
Hanza menengok ke arah pintu masuk saat Lana temannya menyebutkan nama yang tak asing itu.
"Dia siapa?"
Lana melirik sekilas lalu berbisik pelan.
"Namanya Vederrick Gastra Maha Atmaja, anak bungsu Surya Maha Atmaja pemilik saham terbesar kampus ini, dia kating semester akhir yang lagi nyari tumbal"
Hanza terdiam, namanya aneh, lagi pula ia tak ada urusan penting dengan lelaki itu jadi ia memilih abai sebelum nama lengkapnya menggema di seluruh ruangan.
"Hanza Adesti Ginando, boleh ikut gue bentar"
Hanza terdiam, Lana menyenggol tangannya untuk segera bergegas maju.
"Males"
Ia memilih diam, sebelum namanya kembali di panggil.
"Brisik tahu gak? Ganggu orang aja"
Walaupun begitu ia tetap berdiri dan berjalan keluar ruangan mendahului Vegas yg masih terdiam kaku. Kaget habis dibentak anak kecil.
"Ayo katanya manggil aku"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] oneshoot
Short StoryONESHOOT BXB! Isinya lebih ke mentahan cerita panjang kayak buat novel gitu, cuma aku anaknya gampang gak mood jadi mampunya cuma oneshoot! Warn!! BxB 💯 Ada nc-nya🤏 Maaf kalo jelek/ tidak ngefeel🙏 Kalo ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu...
![[BL] oneshoot](https://img.wattpad.com/cover/301723666-64-k729978.jpg)