17.

1.2K 110 34
                                        

Happy reading!! ✨



Nangong Chunsui tertawa terbahak melihat mata Baili Dongjun yang membulat, sedangkan Ye Dingzhi mengerutkan dahinya, masih belum mengerti sepenuhnya.

"Apa maksud Jun'er?" Tanya Ye Dingzhi dengan bingung.

Baili Dongjun menghela napas pelan dan kembali duduk. "Dia Shifu-ku." Jelasnya singkat. "Tapi, bagaimana bisa Shifu menjadi lebih muda?" Tanya Baili Dongjun kemudian.

Nangong Chunsui akhirnya berhenti tertawa dan berdehem sebelum menjawab. "Akan ku ceritakan lain waktu. Saat ini aku datang karena ada hal lain yang ingin ku katakan pada Kaisar."

Ye Dingzhi mengangguk. "Silakan Tuan Li mengatakan maksud kedatangan anda, saya akan mendengarkan."

"Hei... Jangan panggil aku dengan nama itu lagi, mulai sekarang aku adalah Nangong Chunsui." Ucapnya mengoreksi, yang dilanjutkan dengan anggukan dari Ye Dingzhi. "Baiklah, aku akan mengatakan tujuanku. Murid akademi Ji Xia akan mengikuti ujian Kekaisaran, terutama murid utama Li Changsheng. Apa Yang Mulia bersedia memberi kesempatan?"

"Apa yang sebenarnya Tuan katakan? Tentu saja saya sangat senang mendengar berita ini, kemampuan murid-murid Tuan Li tidak diragukan lagi, mereka akan banyak membantu dalam pemerintahan dan perkembangan Kekaisaran. Saya bahkan bisa merekrut mereka tanpa perlu mengikuti ujian." Ye Dingzhi terlihat bersemangat, matanya berbinar begitu cerah.

"Tidak...  Mereka akan mengikuti ujian dan akan naik ke posisi mereka secara adil. Mohon Yang Mulia dan Selir Agung tidak memihak."

"Shifu... Dongjun adalah muridmu, anda tidak harus menyebutkan gelar itu." Protes Baili Dongjun.

"Gurumu adalah Li Changsheng, bukan aku." Nangong Chunsui menyentil dahi Baili Dongjun, dan Baili Dongjun hanya mengusap dahinya secara refleks. "Aku sudah mengatakan apa yang ku maksudkan. Satu lagi, kalian harus membantuku dengan identitas baru ini, sembunyikan fakta bahwa aku adalah Li Changsheng, dan jangan biarkan para Shixiong-mu tahu bahwa aku adalah Li Changsheng." Kalimat terakhir ia tujukan pada Baili Dongjun.

"Menerima perintah Shifu..." Jawab Baili Dongjun sambil memberi hormat.

Setelah pertemuan singkat itu Ye Dingzhi dan Baili Dongjun kembali membahas rencana kepergian mereka ke lembah raja obat. Namun setelah beberapa kali berdiskusi diputuskan bahwa hanya salah satu dari mereka yang bisa pergi, karena istana tidak bisa berjalan tanpa adanya pemimpin.

"Bisa saja Baginda dan Selir Agung pergi bersama, hanya saja posisi Perdana Menteri kita sedang kosong, jadi tidak baik jika istana tidak ada yang memimpin meski hanya beberapa hari. Lagi pula, banyak hal yang masih harus diurus." Zhuo Qing mengungkapkan pendapatnya.

Ye Dingzhi mengetukkan jarinya di pegangan kursi dengan dahi yang mengerenyit, memikirkan apa yang harus dilakukan. "Jika begitu maka Yang Mulia ini yang akan pergi, Kalian harus mematuhi semua perintah Selir Agung selama Yang Mulia ini tidak di tempat. Apa kalian mengerti?"

Semua menteri yang tersisa di pengadilan istana mengangguk dan menjawab dengan tegas. "Kami mematuhi perintah." Namun, Baili Dongjun segera menginterupsi. "Tidak, biarkan aku yang pergi. Yang Mulia tidak tahu cara membujuk raja obat, tapi aku pasti bisa membujuknya."

"Tidak! Berbahaya di luar sana, aku tidak mengizinkanmu pergi, tinggalah di istana. Jun'er dengarkan aku kali ini."

"Yang Mulia, anda yang harus mendengarkanku." Baili Dongjun meraih tangan Ye Dingzhi dan diam-diam menuliskan sebuah kalimat di telapak tangannya dengan jari telunjuknya.

Jika Yun-ge setuju, maka malam ini kau bisa melakukannya.

Lalu ia melepaskan tangan Ye Dingzhi dan kembali bersikap seolah tidak terjadi apapun. Namun, tatapannya masih mengarah pada Ye Dingzhi, menunggu jawaban darinya.

Miracle Of You (YeBai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang