Happy Reading ✨
•
•
•
Tercengang, Baili Dongjun mencoba membuka suara untuk bertanya, namun melihat bibirnya yang sedikit terbuka, membuat Ye Dingzhi menunduk dan segera mencium bibir Baili Dongjun, lalu menjelajahi bagian dalam mulut yang hangat dan lidah yang licin dan berair. Baili Dongjun terkesiap, tangannya mendorong dada Ye Dingzhi, namun Ye Dingzhi menarik tubuhnya semakin dekat, dan memperdalam ciumannya. Barulah saat ia merasa bahwa Baili Dongjun hampir kehabisan napas, ia menarik diri.
"Maaf sayang, aku tidak bisa menahan diri saat melihatmu begitu menggemaskan."
Baili Dongjun masih terengah, dan matanya juga memerah. "Kapan aku bertingkah menggemaskan! Yun ge, ini bukan saatnya bercanda, jelaskan padaku apa maksud ucapanmu tadi."
"Bukankah itu sudah jelas?"
"Yun ge!!"
"Ahhaha... Baiklah baiklah, jangan marah sayang." Ye Dingzhi merapikan rambut Baili Dongjun yang sedikit berantakan, lalu melanjutkan. "Aku sudah tahu bawa BeiQue akan menyerang wilayah perbatasan, dan aku secara diam-diam telah mengirimkan lima ribu prajurit ke sana di bawah pimpinan kakekmu. Jadi, jangan merasa cemas lagi. Hanya saja, aku tidak tahu bahwa sekarang BeiQue berkolusi dengan Sekte Tianwaitian."
Sepengetahuan Ye Dingzhi, perang di perbatasan memang akan pecah dalam waktu dekat, namun ia benar-benar tidak menduga dengan bergabungnya sekte Tianwaitian. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman.
"Dari mana kau tahu bahwa akan terjadi perang? Apakah ada mata-mata kita di BeiQue?" Tanya Baili Dongjun dengan penasaran.
"Jika saatnya tiba, Jun'er akan tahu semuanya. Tapi, kurasa aku harus pergi ke perbatasan, ketua sekte Tianwaitian; Yu Shengmo, memiliki kekuatan yang besar, kita tidak bisa meremehkannya."
Baili Dongjun mengangguk. "Kita akan pergi ke perbatasan bersama, biarkan Perdana Menteri yang mengatur pemerintahan sementara waktu."
"Tidak. Jun'er harus tetap di istana..."
"Kau ingin meninggalkanku lagi? Sebelumnya itu hanya karena kita tidak ada pilihan. Tapi kali ini, ada yang mewakili kita menjaga pemerintahan. Apa kau tidak percaya pada Shixiongku?"
Ye Dingzhi menggeleng. "Bukan seperti itu, tentu saja aku percaya. Hanya saja, aku perlu Jun'er untuk menjaga Ye Yi." Suara Ye Dingzhi melembut saat ia mengatakan hal itu.
Baili Dongjun terdiam sesaat, lalu mengangguk samar. "Baiklah, aku akan tinggal. Tapi berjanjilah kau akan baik-baik saja. Jika tidak, kau harus tidur di luar selama satu tahun."
Ye Dingzhi terkekeh begitu mendengar ancaman itu. "Baiklah Permaisuriku, aku berjanji."
Ye Dingzhi menarik pelan tengkuk Baili Dongjun ke arahnya, lalu kembali mencium Baili Dongju dengan lembut. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Baili Dongjun yang berinisiatif memperdalam ciuman mereka saat Ye Dingzhi hendak menarik diri karena ada yang datang.
Entah karena begitu banyak emosi yang muncul secara tiba-tiba, atau karena ia tidak ingin Ye Dingzhi pergi ke medan perang, Baili Dongjun tidak merasakan kehadiran empat orang di Aula Langit.
Keempat orang itu membeku dan memalingkan wajahnya saat melihat Baili Dongjun dengan agresif mencium Ye Dingzhi. Ye Dingzhi sama sekali tidak ingin repot memperingatkan Baili Dongjun, ia dengan senang hati menerima ciuman hangat itu. Beberapa menit berlalu, namun pasangan di singgasana itu tak kunjung berhenti, membuat Xiao Ruofeng berdehem keras.
Mata Baili Dongjun terbuka lebar saat mendengar itu, dengan cepat ia melepaskan jalinannya dan berbalik hanya untuk mendapati empat orang di bawah memunggungi mereka. Ia segera beranjak dari pangkuan Ye Dingzhi dengan sedikit panik dan kemerahan di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Miracle Of You (YeBai)
FanfictionYe Dingzhi yang awalnya bertindak hanya sebagai kaisar boneka, tiba-tiba menunjukan taring dan cakarnya setelah 'perpaduan' nya bersama Baili Dongjun yang terjadi di malam pernikahannya dengan Yi Wenjun. 🌸🌸🌸 Perlu diingat bahwa ini hanya Fan Fict...
