Semua negara hidup dalam perdamaian, meski konflik tak akan pernah bisa sepenuhnya dihilangkan.
Hinata akhirnya menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin klan. Naruto juga telah menggantikan posisi Kakashi sebagai Hokage ke-7.
Namun, apa jadinya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kenyataan yang Terlalu Berat untuk Dipikul Sendirian
"Mereka membaca buku se vulgar ini? Benar-benar menjijikkan." Gerutu Naruto di balik meja kerjanya. Sang Hokage terlihat serius membolak-balik halaman buku tersebut dengan wajah yang merah padam. Ia tidak begitu sibuk hari ini, sehingga waktu luang digunakannya untuk membaca buku yang dipinjamnya dari Sai tempo hari.
Ia dulu memang melakukan perjalanan dengan Jiraiya untuk berlatih, dan melihat sendiri bahwa pria paruh baya itu menulis buku icha-icha. Naruto juga sempat membacanya, namun merasa semua itu membosankan di jaman itu, tidak tahu kenapa.
Baru akhir-akhir ini seperti kerasukan dirinya mulai tertarik dengan hal-hal yang membuat jantungnya berdebar. Lalu memutuskan untuk meminjam buku yang pernah diceritakan oleh Sai saat misi.
"Kau terus menggerutu setiap kali membalik halamannya, tapi tidak berhenti membacanya juga. Ckck." Seloroh Shikamaru yang duduk di meja kerjanya, yang tak jauh dari meja Naruto.
"Aku hanya penasaran dengan berbagai hal. Tapi, apa kalian benar-benar melakukan hal semacam ini? Meski belum menikah?" Tanyanya pada Shikamaru sambil mengernyit.
Shikamaru sama sekali tidak tertarik dengan apa yang tengah dibaca oleh Naruto meski tahu bahwa sahabatnya itu tengah membaca buku tentang cinta, keintiman dan kepuasan seksual yang baginya hanyalah sebuah buku porno berkedok panduan menjalani hidup lebih baik.
Shikamaru dengan sabar meladeni setiap pertanyaan yang terlontar dari sang Hokage. Karena pria itu tahu, Naruto sama sekali tidak memiliki pengetahuan dasar dalam pendidikan seksual. Dia memaklumi bahwa Naruto tidak memiliki keluarga atau saudara dekat yang bisa menjelaskan tentang pendidikan seks.
Kendati demikian, Shikamaru sudah menegur beberapa kali agar Naruto tidak membaca buku itu lagi dan jangan percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Sai. Mengatakan bahwa ajaran Sai sesat. Bagaimanapun Naruto tetaplah Naruto, semakin dilarang semakin merasa ditantang.
"Tidak ada kewajiban untuk menikah dulu sebelum melakukannya dengan pasanganmu atau dengan orang yang kau suka. Hanya berbentur moralitas dalam masyarakat saja." Jawab Shikamaru sembari menyusun dokumen di atas mejanya.
"Kau sudah melakukannya dengan Temari?" Celetuk Naruto yang kini menatapnya dengan serius.
Mendengar pertanyaan tersebut, Shikamaru terlonjak dari tempat duduknya.
"Oi! kenapa tiba-tiba Tema—"
"Bukannya kau memang berkencan dengannya? Mengaku apa susahnya? Sai dan Ino sudah melakukannya." Tegas Naruto, memasang tampang tidak peduli lalu kembali menenggelamkan wajahnya pada buku tersebut,