Semua negara hidup dalam perdamaian, meski konflik tak akan pernah bisa sepenuhnya dihilangkan.
Hinata akhirnya menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin klan. Naruto juga telah menggantikan posisi Kakashi sebagai Hokage ke-7.
Namun, apa jadinya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ke Mana Takdir Akan Membawamu
〰️〰️
"Kapal energi yang kita jaga, berhasil dicuri oleh Otsutsuki."
Suara Sasuke terdengar jelas sampai ke dalam kamar utama, meski terlihat bahwa lelaki itu sudah berusaha mengatakannya selirih mungkin.
Sakura yang sedang memeriksa denyut nadi Hinata menjadi salah tingkah, senyumnya yang sejak datang terpeta di wajah cantiknya, perlahan memudar. Wanita itu juga kedapatan mencuri tatap Hinata dengan canggung.
"Jangan terlalu dipikirkan, aku yakin Naruto dan Sasuke-kun akan mengatasi semuanya dengan baik."
Meski telah mengatakan sesuatu dengan harapan menenangkan, Sakura tahu kalimatnya tidak akan berarti apa-apa. Jelas terbaca bahwa Hinata sedang memikirkan banyak hal meski memilih untuk enggan berkomentar.
"Bagaimana nafsu makanmu?" Sakura berusaha untuk sebisa mungkin mengajak Hinata mengobrol agar perhatian rekannya itu teralihkan dan pembicaraan antara Sasuke dan Naruto menjadi tidak terdengar.
"Aku tidak memiliki masalah dengan nafsu makan, Sakura-san. Tapi, yang dialami oleh Naruto-kun, aku masih tidak mengerti."
Hinata tertunduk lesu, dan sejujurnya merasa tidak tega melihat orang yang dicintainya harus tersiksa.
Pertanyaannya, lalu disambut dengan tawa geli. Sembari memeriksa, Sakura menatapnya dengan teduh dan berkata, "Naruto akan baik-baik saja. Syukurlah, karena itu berarti kau tidak menanggung masa kehamilan seorang diri. Yang dialaminya hanya bersifat sementara, jadi kau tidak perlu khawatir."
Senyum tipis terpatri di wajah Hinata kendati tidak tahu harus berekspresi bagaimana. Berdasarkan penuturan Sakura, dalam banyak kasus kehamilan kejadian seperti ini sangat jarang terjadi meskipun tidak asing.
Apa yang dialami oleh Naruto membuktikan adanya ikatan emosional yang kuat antara ibu dan ayah si calon bayi.
"Kau rutin meminum vitaminnya kan?" Tanya Sakura, memastikan bahwa tidak ada satu hari bagi Hinata untuk melupakan kewajibannya sebagai calon ibu.
Hinata mengangguk sambil tersenyum lembut meski pandangannya sering kali menunduk. Sakura tahu, pasti sangat bingung berada di posisi Hinata saat ini. Ingin berbahagia, situasinya tidak tepat. Untuk sekadar bersedih pun rasanya tidak layak.