Semua negara hidup dalam perdamaian, meski konflik tak akan pernah bisa sepenuhnya dihilangkan.
Hinata akhirnya menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin klan. Naruto juga telah menggantikan posisi Kakashi sebagai Hokage ke-7.
Namun, apa jadinya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Benih-Benih yang Kita Tanam
Sakura dan Sasuke sudah beberapa bulan terakhir memutuskan untuk tinggal bersama di mansion Uchiha. Hari ini adalah hari libur bagi Sakura, jadi kebetulan gadis itu tidak sedang menjalankan tugas di rumah sakit.
Sementara itu. Sasuke tiba di kediaman Uchiha dalam hitungan menit. Sakura yang menyadari kedatangannya buru-buru membukakan pintu. Kedua mata emerald gadis itu membeliak saat sang kekasih tak datang sendiri, melainkan membawa sosok yang mereka kenal dalam gendongan.
"Hinata? Sasuke-kun, apa yang terjadi?" Tanyanya yang terkejut saat menyadari Hinata yang tak sadarkan diri. Lalu dengan tergopoh-gopoh menggiring lelaki itu untuk membaringkan gadis dalam gendongannya di kamar tamu.
"Dia berada di sekitar bangunan terbengkalai anti byakugan." JawabSasuke.
Setelah membaringkan Hinata di atas ranjang, lelaki itu berdiri di dekat pintu, memerhatikan Sakura yang sibuk melepas tali jubah lalu melonggarkan obi kimono yang dikenakan oleh Hinata.
"Tapi kenapa Hinata bisa sampai tak sadarkan diri?" Tanya Sakura lagi, merasa tidak puas dengan jawaban sang kekasih.
"Itu juga yang membuatku bingung. Mungkin terlalu syok saat aku menyerangnya?" Timpal Sasuke dengan ekspresi datarnya. Meski demikian, ia merasa cukup cemas.
"Sasuke-kun menyerang Hinata?" Sedikit terkejut, Sakura terus bertanya tanpa menatap Sasuke sementara perhatiannya tetap fokus melakukan pemeriksaan.
"Kukira dia penyusup dan kami sempat saling serang. Tapi aku yakin tidak melukainya. Perempuan itu sudah terlihat pucat saat aku memergokinya." Sasuke menjelaskan apa yang diketahuinya. Jubah dan pedang kusanagi milik lelaki itu, entah kapan sudah bertengger di kaki ranjang. Meyisakan dirinya yang seketika berpakaian ala rumahan.
"Sungguh begitu?" Tanya Sakura lagi menuntut kepastian. Dia merasa cemas kalau-kalau terjadi pertarungan, meski rasanya tidak mungkin terjadi konflik di antara mereka berdua karena selama ini Sasuke dan Hinata hampir tidak pernah bertegur sapa.
"Hn." Balas Sasuke mengangguk singkat, lalu bersandar di dinding dan melipat tangannya di depan dada.
Sementara itu, Sakura membentuk segel tangan, melancarkan ninjutsu medis dengan menumpukan kedua tangannya di dada Hinata. Cahaya hijau terang berpendar dari tangannya. Menyalurkan cakra-cakra yang mampu mendeteksi penyakit yang diderita seseorang.