Bagian 31

2.5K 222 139
                                        

Naruto ©️ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Slightly Comedy
Cerita ini hanya untuk hiburan, seluruh isi dari karya ini hanyalah karangan dan fiksi semata.
Happy Reading~

Harapan di Tengah Badai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Harapan di Tengah Badai




Sebelumnya,

Malam itu, Natsu terbangun dari tidurnya. Merasa kantuk tidak kembali datang, ia berinisiatif untuk memeriksa kamar pribadi Hinata. Memastikan bahwa majikannya itu cukup beristirahat dan berharap masih terlelap saat Natsu tiba di sana.

Namun sayangnya, sesuai dugaan, sosok yang Natsu cari tidak ada di kamarnya. Dengan menghela napas pasrah, pelayan Hyuga berambut kehijauan itu melangkah dengan gontai menuju ruang kerja sang pemimpin Hyuga.

Natsu bermaksud untuk membujuk Hinata agar segera beristirahat, kalau bisa. Atau setidaknya membuatkan sesuatu agar sang pemimpin Hyuga dapat merilekskan tubuhnya.

Tapi, lagi-lagi Natsu mendapati ruang kerja Hinata tertutup rapat dan gelap gulita. Alisnya mengerut heran, jika di kamar dan di ruang kerja tidak ada, kemanakah sang pemimpin Hyuga?

Natsu sudah akan beranjak dari tempat itu. Namun suasana yang terlalu hening membuatnya curiga. Lantas, ia mengaktifkan byakugannya. Seketika indra penglihatannya menajam, dibersamai dengan urat-urat yang menonjol mengelilingi sekitar mata.

Aneh. Natsu dapat melihat semua benda di dalam ruangan-ruangan yang tertutup kecuali ruang kerja Hinata. Seolah ruangan itu sengaja kedap suara dan terdapat sebuah selaput cakra yang menghalangi pandangannya, mengelilingi ruangan tersebut.

Perasaan Natsu menjadi buruk, instingnya mengatakan bahwa Hinata berada di dalam sana dan sedang tidak baik-baik saja. Tanpa pikir panjang, ia menghubungi Ko untuk segera melaporkan hal ini kepada Hokage. Sementara itu, dirinya berusaha membangunkan Neji dan melaporkan bahwa Hinata dalam bahaya.

Ko yang tidak mendapati sang Hokage di kediamannya, lekas beranjak menuju gedung Hokage dengan tergesa-gesa.

"Hokage-sama!" Raungnya dengan napas tersengal-sengal.

Malam itu, Naruto tengah bersama dengan Sasuke dan Shikamaru. Mereka bertiga sedang berdiskusi mengenai klan Otsutsuki. Kedatangan Ko yang tiba-tiba mengejutkan tiga pasang mata yang ada di sana.

"Ko, apa yang terjadi?" Tanya Shikamaru.

"Hii...Hinata-sama, Tone—"

Ko tidak dapat menyelesaikan kalimatnya dengan benar. Lelaki itu terbata-bata sembari menunjuk ke arah kediaman Hyuga. Merasa tidak memerlukan keterangan lebih lanjut, Naruto sudah menghilang dari posisinya, disusul oleh Sasuke dan Shikamaru.

The Hokage And I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang