Bagian 26

2.5K 187 162
                                        

Naruto ©️ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Slightly Comedy
Cerita ini hanya untuk hiburan, seluruh isi dari karya ini hanyalah karangan dan fiksi semata.
Happy Reading~

Gelembung Harapan yang Terlalu Sebentar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gelembung Harapan yang Terlalu Sebentar







"Apa yang kau lakukan padaku?"

Hinata menatap Toneri dengan penuh amarah. Air matanya yang mengalir karena menahan rasa sakit saat itu, sama sekali tidak ada harganya. Bajingan yang keji. Mulai malam itu, begitulah Hinata mendeskripsikan Toneri.

Hinata mengerang kesakitan sembari mencengkeram pergelangan tangannya yang terasa seolah akan lepas. Rasanya begitu menyakitkan sampai ia tidak mampu membendung tangisnya.

Kemudian baru menyadari bahwa gelang pemberian Toneri yang dikenakannya itulah sumber rasa sakit yang dideritanya. Sungguh Hinata tidak pernah menduga, bahwa dirinya akan diperlakukan dengan kejam seperti ini oleh sosok yang pernah mengatakan cinta padanya.

Hinata seketika menyesali keputusannya karena mengenakan gelang itu tanpa pikir panjang, padahal ia sempat meragu untuk mengenakannya. Membenarkan perkataan Naruto sebelumnya, bahwa dirinya mungkin memang haus dan terlena akan pernyataan cinta.

Merasa putus asa karena patah hati yang tidak beralasan lalu menerima siapa saja yang menyatakan cinta padanya. Hinata pantas menerimanya, jika orang lain menyebutnya buta dan kehilangan arah. Atau bahkan menyebutnya plin-plan dan tidak tahu diri.

Sementara itu, Toneri masih menatapnya dengan tajam.

"Itu hanyalah contoh. Tidak hanya kau, orang-orang terdekatmu akan merasakan hal yang sama, atau bahkan lebih pedih dari yang bisa kau terima sekarang kalau kau berusaha mengkhianatiku." Ujarnya yang terdengar mengerikan.

Hinata hanya mampu terhenyak ketika Toneri mengancamnya secara terang-terangan. Membuat nyalinya ciut karena apa yang akan dilakukannya mulai sekarang akan selalu berpengaruh pada orang-orang yang dikasihinya.

Tidak sudi membayangkan jika Toneri memperlakukan Hanabi dengan keji, atau pria itu berani mengusik Neji dan sang istri. Lalu, hal yang paling menyayat hatinya, jika Toneri melakukan sesuatu yang buruk pada Naruto.

Hinata percaya jika Toneri tidak lebih kuat dari sang Hokage, namun dia juga percaya bahwa Toneri bisa melukai pria yang dikasihinya itu tanpa mengandalkan kekuatan dan Hinata tidak akan membiarkan itu semua terjadi.

"Sudah kukatakan aku akan menemukan apa yang kau cari dan mengembalikannya padamu!" Sergah Hinata dengan air mata yang berderai di kedua pipinya.

Sesaat kemudian, gelang di pergelangan tangannya itu pun berhenti menyiksa. Rasa terbakar dan ditusuk jarum itu pun mereda, meski meninggalkan luka di kulit putih Hinata.

Ekspresi Toneri masih sama, datar dan tanpa belas kasihan.

"Ohh, benarkah? Maka lakukan dengan benar. Sudah hampir setahun aku menunggu, kulihat kau hanya bermain-main dan tidak mencarinya dengan sungguh-sungguh." Ujarnya dengan kesal.

The Hokage And I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang