Bagian 25

4.2K 202 141
                                        

Naruto ©️ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Slightly Comedy
Cerita ini hanya untuk hiburan, seluruh isi dari karya ini hanyalah karangan dan fiksi semata.
Happy Reading~

Sambaran Kilat Saat Langit Cerah🔞🔞🔞

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sambaran Kilat Saat Langit Cerah
🔞🔞🔞




Permintaan Naruto membuat Hinata membelalak. Meski demikian, dirinya tidak sanggup menolak. Hinata sendiri cukup heran mendapati tubuhnya yang tidak merasa lelah padahal sesaat tadi merasa seperti dibelah.

Tidak mendapati penolakan dari gadis di pelukannya itu, Naruto kembali menggulingkan tubuhnya, menjadi tengkurap di atas tubuh Hinata. Membiarkan wanita itu menumpu pada bantal lalu meregangkan satu kakinya.

Naruto memasuki Hinata tanpa kesulitan kali ini lalu melakukan kegiatan panas itu lagi. Sementara Hinata menggigit bantal yang dipeluknya, merasakan sensasi yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.

Rasa nikmat seakan menghapus malu yang bergumul dalam benaknya. Sudah tidak ada yang bisa ia tutupi, Naruto sudah melihatnya telanjang bulat tanpa busana barang sehelai benangpun.

Pria itu juga sudah menjamah setiap jengkal tubuhnya. Tidak peduli dengan tangan atau dengan bibirnya, atau bahkan dengan lidah. Naruto seolah tidak membiarkan satu senti pun lolos dari perhatiannya dan membuat tanda kepemilikannya dimana saja.

Naruto seakan tidak berpikir jika esok Hinata terbangun dari tidurnya, wanita itu akan mengalami kesulitan dalam menyembunyikan tanda merah yang ia patri di bagian-bagian tubuh yang terbuka.

Desahan demi desahan membahana memenuhi seluruh ruangan yang terasa menjadi terlalu erotis malam itu. Hingga lenguhan Naruto setelah hentakan singkat menandai berakhirnya permainan mereka.

Kembali terengah-engah keduanya mengatur napas. Menunggu hingga peluh sama-sama mengering dan suasana menjadi kembali cukup pantas.

Naruto mengerling, lalu kembali memasang wajah memelas. Mendekati Hinata lalu berbisik, "Sekali lagi Hinata, hm?"

Hinata masih terkejut namun tidak merasa enggan meladeninya. Kegiatan itu mereka lakukan lagi seolah tanpa beban atau pikiran yang mengganjal. Seakan hanya ada hari ini waktu yang tersisa untuk mereka berdua. Mungkin juga Hinata lah yang merasa putus asa dengan hari esok.

Tidak ingin mengharap apa-apa, tidak juga berani untuk sekadar menaruh rasa percaya. Meski rasanya sangat ingin melakukannya.

Jika Hinata boleh merasa egois dan berpikiran liar, dirinya enggan pulang ke Konoha lalu menikmati hidup bebas bersama Naruto di sampingnya. Tapi dia cukup sadar diri bahwa mereka memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin.

The Hokage And I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang