Semua negara hidup dalam perdamaian, meski konflik tak akan pernah bisa sepenuhnya dihilangkan.
Hinata akhirnya menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin klan. Naruto juga telah menggantikan posisi Kakashi sebagai Hokage ke-7.
Namun, apa jadinya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang Kita Cari Selama Ini
〰️〰️
Malam itu dilewati oleh Naruto tanpa bisa tidur sama sekali. Memejamkan mata pun rasanya sudah tidak ada gunanya, rasa kantuk yang ia damba malah tidak kunjung datang. Kepalanya justru menjadi lebih berisik.
Hingga kemudian Hinata terbangun dari tidur lelapnya saat pagi menjelang. Perempuan itu lekas menata kembali tempat tidurnya dengan rapi. Ia sengaja tidak membangunkan Naruto yang masih bergeming, menggelung diri di bawah selimut. Lalu dengan gerakan yang seolah tanpa suara ia beranjak menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian, Naruto mau tidak mau harus bangun karena mendengar suara pintu di ketuk. Sumaru datang bersama beberapa pelayan penginapan membawa jamuan untuk sarapan.
Sesaat sebelum meninggalkan tempat itu, langkah Sumaru terhenti ketika Naruto memanggilnya.
"Bisakah aku meminta futon satu lagi?" Pintanya dengan sedikit malu.
Sumaru mengerjapkan matanya, pemikirannya tentang suami istri yang pisah ranjang sempat terlintas namun hal tersebut seakan dipatahkan buru-buru oleh kalimat Naruto berikutnya.
"Satu futon selalu tidak cukup untuk kami berdua. Kau tahu, kami butuh alas yang lebih luas untu—"
"Ya, ya Hokage-sama. Saya akan membersihkan tempat ini setelah Anda berdua pergi dan membawakan satu futon lagi." Sela Sumaru dengan senyum cerah seakan mengerti dengan kebutuhan pasangan muda.
Naruto mengangguk dengan wajah yang sudah kelewatan merahnya. Kemudian ia berbalik membiarkan Sumaru menghilang di balik pintu.
Naruto menampar pipinya sendiri sembari berkata, "Aku bersumpah akan membuang buku itu."
Setelah bergantian dengan Hinata menyelesaikan ritual pagi, mereka berdua sarapan dengan sama heningnya seperti makan malam semalam.
Tidak lama setelah menyelesaikan sarapan, utusan Hoshikage kembali datang, mengatakan bahwa kereta kuda telah siap untuk mengantar Naruto dan Hinata menuju gedung Hoshikage.
"Ohh Hokage-sama, saya masih tidak menyangka Anda rela jauh-jauh kemari. Saya sangat minta maaf atas kurangnya persiapan kami. Seharusnya saya bisa menyambut kedatangan Anda dengan lebih baik." Ungkap Hoshikage dengan raut penuh penyesalan.
Naruto membalasnya dengan senyum lebar. Kemudian setelah cukup berbasa-basi, ia mulai mengungkit mengenai kesepakatan.
"Hmmm. Mengenai klan Hozu, saya sudah katakan melalui surat sebelumnya, bahwa mereka tidak berminat untuk melakukan kerjasama lagi dengan Konohagakure." Ujar Hoshikage.