Bagian 30

2.7K 228 154
                                        

Naruto ©️ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Slightly Comedy
Cerita ini hanya untuk hiburan, seluruh isi dari karya ini hanyalah karangan dan fiksi semata.
Happy Reading~

Waktu Yang Tidak Tepat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu Yang Tidak Tepat

🔞Mengandung kekerasan🔞



Juria diam mematung dengan mulut menganga. Tidak menyangka jika kedatangan dan sikap ramahnya dibalas dengan sambutan yang menjijikkan. Siapa yang akan mengira jika pelukan hangat yang biasanya selalu didamba oleh banyak lelaki Suna malah berujung pada nestapa.

Lendir dan sisa makanan menempel pada sebagian pakaian yang dikenakannya. Merasa sangat jijik namun Juria tidak bisa melakukan apa-apa.

Hati Juria semakin mencelos mendapati sang Hokage menutup mulut dan hidung saat menatapnya. Seolah dirinya adalah seonggok sampah yang patut disingkirkan di muka bumi ini.

"Ho...Hokage-sama, kenapa Anda bersikap seperti ini kepada saya?" Tanya Juria dengan ekspresi kecewa.

"Ohh, maaf Juria-san. Aku sedang tidak enak badan. Hidungku menjadi terlalu sensitif akhir-akhir ini. Tolong jangan dekat-dekat." Jawab Naruto dengan mata yang berair karena menahan diri untuk tidak memuntahkan isi perutnya lagi.

"Eehh??"

Jawaban Naruto membuat perasaan kecewa Juria berubah menjadi rasa iba. Namun ia lekas menyadari, mungkin ini adalah suatu pertanda jika sang Hokage tidak memiliki ketertarikan sedikitpun padanya.

Padahal sebelum pertemuan hari ini, ia cukup sering datang ke Konoha dan menemui sang Hokage membahas diplomasi antar desa bersama Kazekage—Gaara. Juria sangat menyukai Naruto yang baginya tampan dan ramah. Kharisma sosok Hokage membuatnya terpesona.

Lalu, tidak adanya informasi bahwa pria pujaannya memiliki kekasih, membuat Juria sangat optimis. Karena di Sunagakure, banyak pria yang menyukainya bahkan menginginkannya untuk dijadikan istri.

Namun kejadian hari ini membuatnya sadar, sepertinya Juria memang tidak tahu apapun tentang sang Hokage. Kehidupan para petinggi desa cukup tertutup dan privat. Mungkin saja Naruto sudah memiliki seseorang yang disukai.

"Juria-sama sebaiknya segera mengganti pakaian." Teguran sang ajudan membuyarkan lamunan Juria.

"Ya, dia benar. Kau boleh kembali lagi kesini setelah ganti baju." Sahut Naruto.

Sesaat kemudian, tanpa berkomentar, Juria meninggalkan tempat itu bersama sang ajudan untuk mengganti pakaian. Sementara Naruto dan yang lain memutuskan untuk segera mauk ke dalam aula pertemuan.

The Hokage And I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang