Semua negara hidup dalam perdamaian, meski konflik tak akan pernah bisa sepenuhnya dihilangkan.
Hinata akhirnya menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin klan. Naruto juga telah menggantikan posisi Kakashi sebagai Hokage ke-7.
Namun, apa jadinya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kebahagiaan Yang Kita Nanti
Naruto dan Sasuke berada di dalam bangunan terbengkalai anti byakugan. Keduanya berdiri di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup rapat dan bersegel. Sasuke menggunakan mata rinnegan nya untuk memeriksa.
"Sesuai dugaanku, kali ini aku yakin benda itu ada di dalam sana." Ujarnya setelah beberapa menit mengamati.
Sebuah benda berukuran besar dengan logam-logam berbentuk lingkaran, saling bertaut dan bergerak pelan. Terdapat kumpulan cakra berwarna hijau bagai api yang menyala-nyala di sekelilingnya.
Sasuke dapat melihat bahwa segel yang diberikan pada ruangan itu, membuat cakra dari kapal energi tidak bisa keluar dari batasnya.
"Kapal energi itu ada di dalam sana?" Ulang Naruto.
Sasuke mengangguk, sementara pandangannya masih terpancang pada ruangan tersebut. Memikirkan cara apa yang bisa dilakukan untuk membuka segelnya.
"Oi, Sasuke. Bukankah kita harus segera menghancurkannya agar Otsutsuki menyerah dan keluar dari Konoha?" Tanya Naruto sembari menekan buku-buku jemarinya, seakan sudah siap untuk menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.
"Ya. Kita butuh Hyuga untuk membuka segel." Timpal Sasuke.
"Memang kau tidak bisa? Kau punya rinnegan. Bukannya itu lebih kuat dari sharingan dan byakugan?"
Pertanyaan itu membuat Sasuke menatap Naruto dengan tajam. Sahabatnya itu terlalu buru-buru dalam mengambil kesimpulan.
Menerima tatapan bengis Sasuke, Naruto langsung paham dan mengalihkan pandangan.
"Oh, oke. Aku cuma bertanya." Katanya dengan canggung.
Sasuke lantas kembali mengamati ruangan itu.
"Apa tetua Konoha tidak menjelaskan sesuatu padamu?" Tanya Sasuke.
"Aku tidak ingat. Sepertinya tetua juga enggan menjelaskannya secara rinci tentang tempat ini. Tapi bukankah ruangan ini juga dilindungi oleh antibyakugan?" Balas Naruto yang merasa begitu penasaran,
"Meski aku memilki rinnegan, mata ini pemberian. Sepertinya hanya darah murni keturunan Hamura yang bisa membuka segelnya. Aku berpendapat bahwa Hiashi sengaja melakukannya dengan bantuan shinobi lain, bermaksud untuk menyembunyikan kapal energi bahkan dari klannya sendiri." Terang Sasuke kemudian.
Lelaki itu yakin menghancurkan kapal energi tersebut tidak semudah kelihatannya. Dirinya juga enggan bertingkah gegabah, sebelum betul-betul memahami bagaimana benda itu bekerja.