Bagian 21

2.4K 222 128
                                        

Naruto ©️ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Slightly Comedy
Cerita ini hanya untuk hiburan, seluruh isi dari karya ini hanyalah karangan dan fiksi semata.
Happy Reading~

Rencana yang Tidak Terduga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rencana yang Tidak Terduga




Sebelumnya,

Satu minggu sebelum Hokage melakukan perjalanannya ke Hoshigakure, Sasuke akhirnya kembali ke Konoha dan menemui Naruto. Seakan sudah menjadi kebiasaan, lelaki itu menemui sahabatnya di tengah malam, saat banyak orang sudah tidak lagi tampak berkeliaran di sekitar desa.

Sejak pertemuan mereka terakhir kali, Naruto masih sesekali menyesap rokok. Hal tersebut ia pelajari dari penasehatnya, Shikamaru. Apalagi jika pekerjaannya sedang terlalu banyak, digabung dengan memikirkan banyak hal termasuk mengenai klan Hyuga, Toneri dan Hinata.

Meski tidak terbiasa dan merasa tidak cocok, sensasi yang dirasakannya dapat mengurangi rasa penat, meski ia tahu hal itu hanya semu dan bersifat sementara. Apakah patah hati memang membuat orang senang menyiksa diri sendiri?

Asap mengepul dari ujung rokok yang masih belum sepenuhnya terbakar, menimbulkan bunyi retih di dalam kesunyian malam itu. Naruto memandang Konoha dari atap gedung Hokage dengan nanar.

Ia sudah setinggi ini. Semua orang yang dulu mencemooh, meremehkan dan menghinanya, sekarang menyanjungnya. Mereka mengakui keberadaannya, mengaguminya, dan menjadikannya sebagai panutan. Bukan lagi seorang bocah yang membawa malapetaka, tetapi sebagai sosok pahlawan yang menyelamatkan dunia. Selain itu, ia juga sudah memiliki lebih banyak teman serta koneksi.

Tidak hanya kedudukan, Naruto juga telah memiliki rumah yang cukup besar lalu harta yang berlimpah.

Lalu apa?

Lelaki itu tidak benar-benar tahu apa yang dibutuhkannya sampai ia begitu menginginkannya sekarang. Yaitu sebuah kehangatan keluarga.

Seharusnya, dengan situasinya saat ini, Naruto bisa menggenggam apa saja. Namun keadaan mana yang kali ini berpihak kepadanya?

Naruto cukup mengakui bahwa dirinya egois. Selama ini hanya memikirkan perasaannya sendiri alih-alih memikirkan perasaan seseorang yang telah mencintainya sejak lama. Ia mengakui bahwa sudah menjadi pria yang tidak tegas dalam mengambil sikap. Sehingga tidak hanya Hinata yang harus menderita karenanya, namun dirinya sendiri juga harus merasakan hal yang sama.

Bagaimanapun, meski hati kecilnya sempat membela diri, Naruto tidak sanggup menyalahkan Hinata atas apa yang telah terjadi. Namun, besar harapannya agar Toneri dan Hinata putus dan gadis itu mundur sebagai pemimpin Hyuga. Tidak peduli dengan cara apa. Naruto hanya ingin Hinata kembali padanya, seperti dulu.

Mungkin ini bayaran yang cukup pantas untuknya karena selama ini sudah membuat Hinata berada dalam kesulitan. Namun, akan sampai kapan? Tidak adakah kesempatan barang setitik saja?

The Hokage And I (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang