5| Letter

167 23 7
                                        

Naruto©Masashi Kishimoto
[Alternate Universe]
...

Fanfiction by @Krt_hyuu
____________________________________

"Hyuuga Hinata."

Ah, itu namaku. Yang berarti ketua kelas memang memanggilku dari depan sana. Aku yang baru saja beranjak dari memandangi gerimis melalui jendela segera membalas.

"Ya. Ada apa?"

Di genggamannya ada satu amplop yang kini sedang diacungkan agar dapat kulihat. "Untukmu."

Aku berkedip dua kali, menebak kira-kira surat jenis apa yang dikirim kali ini. "Ada nama pengirimnya?"

Pemuda berkacamata itu menilik permukaan amplop. "Ini dari Inuzuka Kiba. Ambillah kemari." Ia menatap arah lain. "Selanjutnya ada kiriman untuk Nazumi dari pelatih tenis."

Aku termenung. Mengabaikan si ketua kelas yang kembali meneruskan rutinitas membagikan surat setiap pagi.

Ini tidak biasanya. Jika Kiba menulis nama pengirim menggunakan namanya sendiri, itu berarti surat pribadi.

Mau apa si kaicho klub dokumenter itu?

"Hyuuga-san, ambillah bagianmu."

Aku segera tersadar. "Ah, ya."

• • •

Waktu makan siang telah berjalan lima menit lalu. Sejak bel berdentang, aku menggiring diri ke kolam renang luar ruang. Kiba mengajakku bertemu di sana dengan tanpa alasan dalam suratnya. Anehnya aku menurut saja, itu pun karena penasaran, juga enggan dianggap tidak menghargai ketua dari klub yang sedang melibatkanku.

Yang pertama kali menyapa mataku adalah kolam berair tenang dengan bola-bola bekas bermain anggota klubnya. Setelah dari sana, pandanganku mengedar ke sisian kolam. Di sanalah Kiba berdiri tenang menatapi air sambil mengantungi sepasang tangannya.

Langkahku menghampiri lebih dekat. Hingga dia menyadari kedatanganku. Kami berhadapan sejauh satu meter begitu aku tak lanjut berjalan.

"Kenapa Kiba-san mengajakku bertemu?" tanyaku tanpa basa-basi. Dilihat dari wajahnya, kurasa pembicaraan kami akan serius.

"Bertukarlah dengan Sara."

Apa? Bertukar dia bilang?

Dia bahkan lebih tanpa basa-basi dariku.

"Bertukar posisi peringkat maksudmu? Itu mana bisa. Aku tidak mau," tukasku berlagak salah mengerti.

Satu buangan napasnya lolos. Si kaicho itu agaknya mulai menunjukkan gejala kesalnya. Biar saja. Kebetulan aku pandai menyulut emosi orang.

"Maksudku tentang dokumenter. Bertukarlah dengan Sara agar Naruto yang merekamnya."

Sial. Yang tak ingin kudengar akhirnya keluar dari bibirnya. Aku menekuk alis sambil memberi wajah tidak suka.

"Lalu aku?"

"Ck, kubilang bertukar."

Artinya dia akan menggantikan Naruto untuk merekamku. Cih, Aku juga tahu, cuma memastikan saja dan berharap salah dengar.

"Tidak mau."

"Kenapa?" alis cokelatnya mengerut.

"Dokumenternya sudah mulai digarap. Jadi, tidak boleh ada pertukaran karena itu akan mengacaukan videonya. Seorang kaicho seharusnya memikirkan itu alih-alih kepentingan pribadi."

Second SummerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang