14| If You Are the One I Like

152 13 7
                                        

Naruto©Masashi Kishimoto
[Alternate Universe]
...

Fanfiction by @Krt_hyuu
____________________________________

Pembagian surat pagi baru saja dilakukan. Walaupun ketua kelas sedikit terlambat melakukannya, tapi aku justru lebih terlambat lagi, saat ketua kelas mulai membuka materi, barulah aku datang dengan tergesa-gesa.

Aku sedikit memisuh, berandai jika saja ketua kelas tidak terlalu disiplin, mungkin jam kosong bisa saja terjadi alih-alih tetap belajar saat guru piket absen. Semua penghuni kelas pun pasti mengeluhkan hal serupa.

Aku menilik Tenten yang tertidur pulas. Semalam dia menghilang untuk maraton drama lokal sampai pukul satu dini hari. Cih, lama-lama dia akan terbiasa mengabaikanku karena asik sendiri. Teman, sialan.

"Hinata."

Aku segera menoleh ke depan, tepat di mana ketua kelas memanggilku. "Ya?"

"Jemputanmu sudah sampai. Aku akan tetap mengisi kehadiranmu sampai kelas berikutnya."

Aku menoleh ke arah jendela yang ditunjuk ketua kelas menggunakan buku. Tubuhku membantu. Ada kejutan pagi hari di sana.

Kini Naruto sedang berdiri di lorong dan tak lama melambaikan tangan bersama senyumannya. Aku turut tersenyum. Setelahnya kembali menatap ketuas kelas.

"Memang aku harus ke mana?" tanyaku yang masih kebingungan.

"Kau tidak memeriksa loker mejamu? Di sana ada surat dari kepala sekolah."

Tubuhku seketika menegang. Di mana-mana, surat dari kepala sekolah itu sangat penting, dan aku mendapatkannya secara tiba-tiba begini?

"Di lokerku?" Tanganku segera meraba loker, dan di sana benar-benar ada amplop surat bernama Yuhi Kurenai.

Aku kembali menatap Naruto yang sedang berbincang dengan salah satu pemuda dari kelasku. Berpikir bahwa dia juga mendapat surat panggilan. Jangan-jangan ini menyangkut rumor kami? Aku semakin was-was rasanya.

Dengan langkah lambat, aku sampai di lorong kelas. Dua pemuda yang semula berbincang segera menoleh padaku.

Ada satu yang menarik perhatian, teman lelaki sekelasku tampak kikuk saat mata kami bertemu, dan dia segera mengalihkan tatapannya pada Naruto. Aku merasa sedikit heran.

"Akan kukembalikan nanti saat pulang sekolah. Seri yang itu sangat sulit didapat, jadi maklumi jika aku meminjamnya sedikit lama."

Naruto tertawa ringan menanggapi lawan bicaranya. "Baiklah, aku mengerti."

Teman sekelasku menepuk lengan atas Naruto. "Aku masuk dulu," katanya yang kemudian beralih menatapku.

Aku hanya membalas seadanya karena dia seperti hendak mengatakan sesuatu. Dia terdiam lama, sampai akhirnya memberi senyum tipis yang tak biasa.

"Sampai jumpa di kelas berikutnya." Dia masuk ke dalam kelas setelah mengatakan itu.

Sementara aku bergeming, berkali-kali mengedipkan mata. Yang barusan itu kalimat pertamanya padaku selama kami menjadi teman sekelas. Ini begitu tiba-tiba dan janggal. Aku merasakan sinyal ketertarikan darinya, kecurigaanku naik ke permukaan, dan dugaan anti melesetku bisa saja benar.

"Kalian dekat?"

Naruto bertanya saat aku terus melihat ke dalam kelas. Aku menoleh, dan segera mendapati wajah tampan itu terlihat datar, tak lagi berseri seperti tadi.

"Itu pertama kalinya dia berbicara padaku."

Kepala pirangnya mengangguk-angguk, sambil bibirnya mengantar satu senyum. Eskpresi wajahnya begitu mudah berubah.
"Mau pergi sekarang?"

Second SummerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang