Naruto©Masashi Kishimoto
[Alternate Universe]
...
Fanfiction by @Krt_hyuu
____________________________________
Jam kosong membuat kami sepakat untuk bertemu, secara kebetulan guru piket di kelas kami sama-sama tidak datang. Kelas tak ada yang memimpin sebab ketuanya terbawa arus malas. Tapi pelarian kali ini ... aku sangat menyukainya.
Aku dan Naruto sedang berdiri di depan mesing vending—lorong lantai satu. Kami sampai di sana setelah menyinggung tentang cuaca musim panas yang menyengat.
Posisi kami berlawanan. Naruto bersandar pada mesin vending dengan kaleng jus yang telah didapatnya. Di lehernya tergantung sebuah kamera bekas dipakai merekam video bagianku. Dan Naruto yang melakukan itu alih-alih salah satu rekan klubnya, sebab tak ada yang sedang kosong.
Helaan napasku lolos dengan ringan. Masih dilema ingin memilih minuman apa. Kesemuanya tampak menyegarkan.
Ketika aku sedang sibuk sendiri, dapat kulihat melalui ekor mata, Naruto sedang mengarahkan kameranya ke arahku. Lagi-lagi dia mengambil fotoku sembarangan.
"Hentikan, Naruto-san. Nanti kau ditegur karena kameranya dipakai banyak mengambil foto tidak penting," tegurku sambil menatapnya dengan sedikit kerutan dahi. Bukan risih, tapi setiap mendengar alasannya, aku langsung salah tingkah.
Naruto menurunkan kameranya lagi. "Kata siapa tidak penting? Aku mengambil fotomu untuk dikoleksi. Galeriku masih terlalu kosong."
Dengar, 'kan? Alasan semanis itu mana tahan kuabaikan.
Senyum mendecihku terlempar ke jajaran kaleng di mesin vending. "Lain kali itu tidak gratis, ya," gurauku sambil menyipitkan mata ke arahnya.
Naruto tersenyum. "Nanti kuganti dengan banyak taiyaki."
Aku terkekeh tanpa memberi tatapan padanya. Lalu dengan cepat kembali dilema karena minuman kaleng. Ah, aku sedang ingin mencoba rasa baru, tapi apa kira-kira?
"Cobalah lemon tea." Naruto menyeletuk. Saat kulihat posisinya telah berubah menjadi lebih santai. Satu tangannya di kantung celana, dan tangan lainnya memegang kaleng jus jeruk yang baru saja dia teguk.
Aku perlahan tersenyum sambil mengerut dahi. "Kenapa lemon tea?"
"Kau akan menyukainya."
Aku mendecih selagi memilih lemon tea yang pemuda itu usulkan. Entah salah atau tidak, wajahnya tampak menyimpan niat terselubung. Tapi aku tetap menurutinya.
"Baiklah. Biar kucoba."
Setelah dapat, aku ikut bersandar di samping Naruto. Tahu bahwa mata birunya sejak tadi mengamati, namun aku berusaha tak acuh dan mengambil satu tegukan setelah membuka segel kaleng.
Aku segera meringis. Asam. Rasanya terlalu asam sampai mataku terpejam erat.
Harusnya aku ingat sejak awal bahwa rasa lemon memang seperti itu. Sayangnya aku termakan usulan pemuda itu yang agaknya sengaja menjahili.
Aku menoleh dan menekuk alis padanya. "Ini asam, Naruto-san. Aku tidak suka."
Kekehannya terdengar. Halus seperti biasa. Dia segera menukar kaleng minuman kami. "Jeruk lebih manis. Cobalah," katanya dengan begitu ringan.
Sementara aku mematung, apalagi saat Naruto meneguk kalengnya, aku mulai berdebar, bagaimana pun itu bekas bibirku sendiri.
Ludahku tertelan dengan sukar selagi menatap kaleng jus jeruk milik Naruto yang kini kugenggam, aku memalingkan wajah ke depan, berusaha biasa saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second Summer
RomanceBerlatar di musim panas, musim penuh gerah dan minuman dingin ... juga ... mendebarkan. Hinata tak menduga musim yang sering ia umpati akan membakar perasaannya. Perasaan suka itu ... menggebu lebih hebat dibanding saat dirinya masih seorang pengama...
