Hiraeth ; Benang, Nasib, dan Takdir

231 43 18
                                        

Happy Reading ^^

Happy Reading ^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°

°

°

°

°

°

─┉┈◈◉◈┈┉

Takdir itu baik adanya, namun luka memporak-porandakan semuanya

─┉┈◈◉◈┈┉



Langit sore masih abu-abu, sepertinya langit sedang betah berlama-lama bersama hujan. Zayyan duduk memeluk lutut menghadap jendela yang buram oleh bulir-bulir air dari hujan diluar. Lex sudah pulang, meninggalkan Zayyan dalam kekosongan. Banyak hal yang kepalanya pikirkan. Tanpa sengaja, hari ini beberapa kenangan kembali dibuka.

Memandang diam bulir air yang perlahan turun berseluncur dipermukaan kaca, Zayyan menutup perlahan dua kelopak matanya bersamaan dengan memori tak menyenangkan yang berusaha dilupakan namun tak pernah bisa dilakukan.


Ckittttt.... !!

Suara roda kendaraan yang kehilangan keseimbangan, beradu dengan jalanan yang licin oleh basah air hujan didepan sana, begitu memekakan telinga.

" Demi tuhan.... ! " Sang ibu berbisik pelan dibalik roda kemudi, matanya melebar.

Didepan mereka sebuah truk besar tergelincir, badannya melintang memenuhi jalan. Beberapa mobil disekitarnya berusaha menghindar, tapi malah bertabrakan satu sama lain. Kaca pecah berhamburan, suara benturan kencang terdengar bertubi-tubi.

" BU, AWAS !! "


Teriakan Zayyan terasa begitu nyata, bergema dalam keheningan ruangan bersamaan dengan suara gemuruh di langit. Hujan mulai turun membasahi bumi lagi untuk kesekian kali. Menunjukkan derasnya tetesan air yang turun bersamaan ditumpahkan awan.

Bulir air mata tanpa terasa turut lolos mengikuti irama hujan, turun melewati pipinya begitu saja.

Tenggorokannya terasa tercekat, pun dengan hatinya yang mencelos.

Zayyan diam membisu, keheningan semakin terasa menusuk. Sekelebat saja bayangan yang terjadi lima belas tahun silam, cukup membangkitkan luka yang telah lama dirinya ikhlaskan.

Sakitnya tusukan tajam kaca pada lehernya, sakitnya saat dia mencoba berbicara namun tak bisa mengeluarkan suara, semuanya masih belum bisa Zayyan lupakan.

Kemarin, tepat lima belas tahun semenjak insiden berdarah itu terjadi, dan untuk pertama kalinya lagi setelah sekian lama dirinya mau meniup lilin ulang tahun.

𝐙𝐀𝐋𝐄𝐒𝐈𝐍𝐆 ; 𝐇𝐈𝐑𝐀𝐄𝐓𝐇Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang