Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°
°
°
°
°
°
─┉┈◈◉◈┈┉
Ada luka yang tak dapat waktu sembuhkan, luka kekosongan menganga yang tak pernah bisa ditutup perban pembalut luka
─┉┈◈◉◈┈┉
Zayyan terduduk di ranjang rumah sakit, tubuhnya bersandar lemah pada bantal yang telah kehilangan bentuknya. Lex—beberapa jam yang lalu pamit meninggalkan ruangan saat Zayyan berkata ingin sendirian.
Udara di ruangan itu dingin, menusuk hingga ke tulang, tapi entah mengapa, dia tidak ingin meminta selimut tambahan. Mungkin, dingin itu terasa lebih cocok untuk dirinya sekarang. Dia memandang keluar jendela, kearah langit malam yang gelap gulita. Bintang pun seakan tak mau menunjukkan muka, sepertinya menyadari jika Zayyan tengah berduka.
Hujan yang turun sejak pagi mulai menderas kembali. Menciptakan irama monoton di kaca jendela.
Ditangannya, setangkai bunga mawar putih yang sudut kelopaknya sudah mulai layu. Zayyan menggenggamnya erat, seolah itu menjadi satu-satunya penghubung antara dirinya dan sesuatu yang tak bisa dirinya jangkau.
Dalam diamnya, suara-suara dari masa lalu mulai bermunculan, berdesakan didalam kepalanya. Awalnya samar, seperti bisikan dari kejauhan. Tapi perlahan, mereka menjadi jelas, tajam, dan tak bisa diabaikan.
Hari itu, hari yang selama ini Zayyan kubur dalam-dalam. Hari yang selalu dihindarinya untuk diingat. Tapi di ruangan ini, dengan dingin yang menggigit dan bunyi gemuruh hujan diluar, kenangan itu kembali dengan kekuatan yang tak tertahankan.
Hujan turun tanpa ampun diluar rumah. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu-lampu yang redup. Zayyan duduk di meja makan, beberapakali kepalanya menoleh pada jam dinding di sudut ruangan.
Sing belum pulang.
Zayyan menggenggam erat ponselnya. Ibu jarinya terus menggulir daftar panggilan paling atas, menghubungi Sing entah berapa kali namun tidak ada jawaban. Beberapa kali juga Zayyan melihat ruang obrolannya dengan sang adik yang tak ada balasan.
Sing🐰
Kakak pulang bareng dokter Hyunsik, kamu inget dia, kan ?