Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°
°
°
°
°
°
─┉┈◈◉◈┈┉
Semua orang memiliki luka, ada yang menyembunyikannya dalam kasa, dan lainnya dengan tawa
─┉┈◈◉◈┈┉
Zayyan terbangun lumayan siang hari ini. Jarum jam di dinding bahkan sudah menunjuk pada angka sembilan. Tapi Zayyan bahkan tidak berniat bangun dari tempat tidur sama sekali. Kepalanya sedikit pusing, sepertinya dirinya sedang berada di fase tidak enak badan.
Setelah berdiam cukup lama, Zayyan bangkit, melangkahkan tungkainya kearah jendela. Membuka tirai putih yang selalu menahan sinar matahari memasuki kamarnya lebar-lebar.
Ah, sayangnya. Beberapa hari ini mendung seperti tak berujung. Hujan deras turun di penghujung hari seperti sudah dapat di prediksi setiap hari. Kelabu. Dunia belakangan ini memang terasa kelabu. Atau, hanya dirinya yang merasa begitu ?
Sinar matahari yang diharapkannya tidak menampakkan diri. Zayyan berbalik, memutar arah, melangkahkan kedua kakinya keluar kamar. Berjalan melewati lorong, sesekali melirik pintu kamar Sing yang tertutup.
Memberhentikan tujuan di dapur, Zayyan menarik kursi makan lalu mendudukkan diri, melihat sekeliling.
Apa memang sesepi ini ?
Meja makan sudah terlihat rapi. Sisa-sisa bekas perayaan ulang tahun semalam juga sudah tidak terlihat rimbanya. Begitu juga adiknya.
Sing pasti sudah berangkat. Ini sudah lumayan siang, dan Zayyan telat bangun. Secercah rasa bersalah menyeruak, harusnya dia bangun lebih awal untuk membuatkan sarapan.
" Pagi, kak~ "
Zayyan menoleh, terkejut begitu melihat sosok adiknya yang telah rapi dengan setelan almamater biru kebanggaannya. Senyum hangat familiar itu juga terpatri.
" Kamu belum berangkat ? "
Sing menggeleng, " Aku berangkat siang hari ini "
Zayyan mengangguk mengerti, wajah pucatnya terlihat lebih hidup dibandingkan tadi. Kelegaan juga begitu terlihat jelas pada senyumnya.
Sing masih disini, dan itu melegakan.
" Kamu mau sarapan apa ? "
" Gak usah, kak. Aku langsung berangkat aja, takut telat "