Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°
°
°
°
°
°
─┉┈◈◉◈┈┉ Sejatinya, kehilangan mengingatkan pada sesuatu yang pernah utuh ─┉┈◈◉◈┈┉
Zayyan terbangun, tapi bukan suasana rumahnya yang dia temukan. Ini tempat yang sama, tempat biasanya dirinya bertemu dengan figur Sing dari masa ke masa.
Rerumputan hijau, pohon-pohon yang menjulang rimbun, serta hamparan danau yang merefleksikan bayangan langit biru. Zayyan seperti sudah tidak asing dengan suasana ini. Terlalu sering berkunjung kala dibawa berpetualang oleh mimpi, menjadikannya merasakan nyaman pada tempat asing ini.
Zayyan berjalan dengan langkah kecil sesekali melihat sekitar, bertanya-tanya dimanakah sosok Sing yang biasa menyambutnya.
Sejenak terbersit dalam pikiran, bagaimana kiranya Sing yang ditemui kali ini.
Sing kecil, Sing remaja, atau Sing yang mana ? Mungkinkah kali ini Sing dalam balutan dewasa seperti di dunia nyata yang datang ?
Setengah berharap, Zayyan duduk ditempat biasa. Ditempatnya biasa berbincang dengan sang adik.
Namun, nihil.
Tidak ada Sing yang datang, melainkan orang lain.
Pemuda jangkung dengan senyum menawan yang terpatri datang mendekat. Duduk tepat disamping Zayyan yang sejak tadi kosong menunggu sang pemilik tempat datang menduduki.
Zayyan diam tak berkutik, mengamati orang disampingnya dengan seksama. Rambut hitam legam, matanya yang tidak lebih besar dari miliknya, garis rahang yang tegas, serta gigi taring kecil yang menyembul kala senyumnya sedang terukir.
Ah, itu sedikit mengingatkannya pada fitur Sing saat masa remaja.
" Kakak ngapain disini ? "
Zayyan terperanjat, sudah pasti pertanyaan itu ditujukan untuknya. Ada perasaan aneh kala mendengar suara orang asing disampingnya ini. Perasaan yang sangat amat familiar.
" Kakak gak seharusnya ada disini... "
Zayyan masih membisu dengan raut kebingungan yang sangat jelas kentara.
Si pemuda tersenyum lagi, " Belum waktunya, kakak harus pulang "
Zayyan dibuat semakin bertanya-tanya, apa maksudnya, belum waktunya bagaimana ?