Hiraeth ; Dibalik Tragedi & Kehilangan

301 44 11
                                        

Happy Reading^^

Happy Reading^^

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°

°

°

°

°

°

─┉┈◈◉◈┈┉

Mereka yang pergi terlalu jauh, tidak lagi dapat digapai apalagi direngkuh

─┉┈◈◉◈┈┉




Zayyan duduk bersandar pada kepala ranjang, tubuhnya lunglai seakan kehilangan daya, sementara tatapannya kosong menembus ruang tanpa benar-benar melihat. Dinding putih yang dingin mengurungnya, begitu sunyi, begitu menyesakkan.

Napasnya yang pendek, terjebak di antara dada yang terasa sesak dan pikirannya yang berantakan. Setiap suara di luar sana—langkah kaki perawat, derit pintu, bisikan samar—hanyalah kebisingan jauh yang tak sanggup menembus kepalanya yang penuh bayang-bayang kelam.

Di tempat ini, waktu seolah berhenti, membiarkan dirinya tenggelam dalam kehampaan yang semakin dalam, semakin menyesakkan, hingga ia tak lagi tahu di mana batas antara kenyataan dan kehancuran yang perlahan menggerogoti jiwanya.

Bahkan cahaya jingga matahari yang menembus lewat sela-sela jeruji ruang isolasi tak mampu menghangatkan luka-luka yang terpancar dari hitam bola matanya.

Sementara, dibalik pintu ruangan ada mereka yang menatap cemas penuh keibaan—Dokter Hyunsik dan Lex harus mengambil keputusan berat pasca proses pengembalian ingatan beberapa hari yang lalu.

Zayyan—pemuda malang itu mau tidak mau harus ditempatkan disalah satu ruang isolasi bagi mereka yang mengalami guncangan kejiwaan.

Tidak, Zayyan tidak gila.

Hanya saja banyak kepingan dirinya yang terpecah belah saat itu, menimbulkan banyak kekosongan. Entah pada hati, pikiran, bahkan mentalnya.

Keputusan berat harus diambil saat itu juga demi kebaikan sang pemuda yang tengah dilanda duka lama.

Di hari pertama, Zayyan menangis tanpa henti dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Menyebut nama Leo dan Sing silih berganti dalam raungannya.

Di hari kedua, Zayyan histeris. Emosinya yang saat itu meledak-ledak menjadi tak terkendali. Dan puncaknya di hari ketiga setelah proses terapi, Zayyan berusaha melukai dirinya sendiri.

Dan sekarang, setelah berhari-hari ditempatkan di ruang isolasi, selama berhari-hari itu juga Zayyan menolak untuk makan, bahkan untuk sekedar meneguk air.

𝐙𝐀𝐋𝐄𝐒𝐈𝐍𝐆 ; 𝐇𝐈𝐑𝐀𝐄𝐓𝐇Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang