See You Again

5.4K 435 4
                                        

Randy dan Prilly kini sudah sampai di warung steak pilihan Randy.
Randy membukakan pintu untuk Prilly. Lalu memasuki bangunan indah pinggir danau. Matanya mencari-cari sosok pujaannya.

"Baby!!" Randy berlari setelah menemukan gadis berjaket jeans tersebut. Prilly memutar bola matanya malas. Obat nyamuk.

"You're very old, Rey..." kata gadis bule tersebut.
"I'm sorry , Babe.... you have been waiting for?"
"Ehem." Prilly berdehem saat melihat tangan Randy yang sudah mengelus-elus pipi Cassie.

"Ups! I 'm sorry, Miss Gillbert."
"Baby, aku jadi managernya." Cassie terlihat antusias. Ia berjabat tangan dengan Prilly.
"Wow!! You look so beatiful, Miss.."
"Prilly. Just Prilly. Not Miss Gillbert."
"Okay... Mau pesan apa??" Cassie bertanya sedikit kaku.

Prilly tersenyum ramah. "Kamu bisa memanggilku Kak." kata Prilly pada keduanya.
"Yeah. But you... Nggak takut ketemu fans??" tanya Cassie dengan logatnya. Prilly tersenyum kecut. "Apa gunanya manager, Cass?" sahutnya membuat Cassie tertawa.
Dan benar saja, segerombolan ABG menyerbu Prilly. Randy yang notabene nya adalah manager Prilly tenang-tenang saja. Selama mereka tidak melakukan tindakan kasar pada Prilly, Randy tenang-tenang saja. Lagipula ada mobil Mercy hitam yang mengekori mobil BMW milik Prilly sejak tadi. Terdapat 4 body guard di dalam Mercy itu.
--------------
Pandangan Randy teralih pada seorang laki-laki yang memakai kacamata hitam serta masker, dan rambutnya yang sengaja diacak. Randy tahu siapa itu. Ia berbisik pada Cassie, "Baby, aku akan kembali."

"Mr. Anderson..." Randy menepuk pundak berbalut jaket hitam tersebut. Pemilik pundak itu menoleh. "Randy... Apa kabar? Ke sini sama siapa??"
Randy pernah menjadi adik kelas Ali sejak SD dan SMA.

"Aku bersama Prilly."

"Miss Gillbert?"

"Ya." Ali mengerutkan dahinya heran akan jawaban Randy. Randy mengerti raut wajah Ali.

"Aku jadi manager barunya."
Mata Ali melebar. "Lalu kemana kak Ricky?" gumamnya.

"Kak, kamu mengenal Kak Prilly?" tanya Randy. "Engh? Iya aku kenal."

"Dia gadis yang cantik, kan??"

"Eum."

"Dia itu tipemu kah??"

"Aku juga nggak tau tipeku seperti apa."

"Bagaimana jika kita double date??"

"Hah?" Otak Ali masih menyerap kata-kata yang diucapkan Randy.
"Double date... Kencan ganda.. Kebetulan aku bersama Cassie..."
Ali bisa membayangkan betapa kasihannya Prilly menjadi obat nyamuk diantara Cassie dan Randy

Bad Voice ✅Stories to obsess over. Discover now