Clear the Gossip

4.7K 338 4
                                        

Rian POV
Aku selaku manager Tuan Ali, tentu sangat tidak suka jika image mereka turun hanya karena sesuatu yang menurutku... Sangat tidak penting!
Makan bersama dengan sesama artis itu menurutku hal yang wajar, apalagi Tuanku Ali itu sama-sama pernah menjadi juri di ajang cari bakat Indonesian Voice.

Ting!

Ponselku berbunyi. Aku melihat notifikasi yang masuk.
Tuan Rian Aldrando,
Saya Vincent pihak dari 'Clear the gossip' bisakah kita bertemu? Cafe Drim? Ditunggu balasannya, terima kasih

Aku menghela napas. Pasti membicarakan soal kontrak. Aku tidak mau tuanku itu masuk ke dalam talkshow tidak jelas, tapi aku pilih-pilih. Talkshow mana yang pantas buat tuanku yang kadang menyebalkan itu. Upss! Kalian jangan beritahu kepada tuanku ya.. Haha..
Oke, kembali lagi ke talkshow.
Clear the Gossip. Membersihkan atau meluruskan gosip. Ya, aku ingin tuan Ali terbebas dari gosip yang mengganggunya. Aku yakin, Ms. Prilly Gillbert, yang digosipkan kepergok dinner bersama tuan
Ali.

Lagi, untuk apa tuan Ali mengajak Miss Gillbert dinner. Halah, kenapa kau jadi menyalahkan tuan Ali? Bukankah tadi kau yang bilang jika mereka dinner itu wajar? Hah, dasar Rian tidak berpendirian.
----
"Li, lo gak mau tandatangan nih? Tanda tangan aja, bro, biar gosip lu kelar!"
Ya, tuan Ali ini menolak tandatangan di kontrak yang kudapat dari Vincent.
"Brooo... Ayolah. Kasian nanti Miss Gillbert jawab pertanyaannya sendirian." bujukku.

"Hahh? Prilly diundang juga?"
Aku memutar bola mata dengan malas.

"Ya jelas. Lo pikir lo ngajak dinner siapa? Miss White? Atau Mr.Thomas? Tadi ada Randy juga." ucapku.

Tuan Ali langsung menyambar pulpennya dan menandatangani kontrak tersebut.

"Tapi tergantung Miss Gillbert mau tandatangan apa nggak." kataku.
Tuan Ali yang rada freak itu langsung menyambar ponselnya.

"Halo, Randy.."

"...."

"Tadi lo dikasih kontrak juga sama.. Mm.."
"Vincent." sambungku.
"Iya, Vincent. Dari Clear the Gossip?"

"....."

"Ohh.. Trus, Prilly tandatangan?"

"...."

"Yah... Ya udah deh. Kabarin lagi ya."

"Kenapa?" tanyaku. "Prillynya lagi gak di rumah."
"Ya udah."

Sorry sorry pendeeek.. Votenya n komen plss

Bad Voice ✅Where stories live. Discover now