Brisbane, Australia
Jazelle nampak berjalan sendirian di area pemakaman yang ada di Brisbane Selatan, Australia. Ia melangkah perlahan ke arah makam seseorang sembari membawa sebuket bunga matahari. Bunga favorit gadis itu.
Sesampainya di sana, Jazelle lalu berjongkok dan meletakkan bunga tersebut di sudut makam. Ia mengusap sedikit makam tersebut, menyalurkan rasa rindu yang tak pernah tersampaikan.
"Hai Elle, maaf aku baru berkunjung kembali" ucap Jazelle
Hanya satu kalimat yang dapat ia sampaikan, tubuhnya meluruh isak tangis segera hadir mengisi kekosongan suasana. Nafasnya mulai tak teratur, dadanya terasa sesak. Gangguan paniknya kembali.
Jazelle segera mencengkram kakinya mencoba menguatkan diri agar kejadian buruk tidak menimpanya. Tepat di saat dirinya mulai kehilangan pernafasan, seseorang datang dan segera memeluknya.
"Jaz" panggil orang itu
Jazelle melihat sosok yang baru saja memeluknya. Ia lantas balas memeluk sosok itu, membenamkan segala rasa sakitnya.
"Mama" ucap Jazelle sesegukan.
"Its okay" ucap sosok tadi yang tak lain ialah sang mama sembari menepuk punggung Jaz menenangkan anak sulungnya.
•••
Indonesia
Haikal tengah duduk di salah satu kursi di taman belakang rumahnya. Setelah kejadian tadi siang, Haikal bersama Darren memutuskan untuk menunggu Reyna di rumah.
Mereka sama-sama terdiam di sudut rumah masing-masing. Darren di dalam kamarnya dan Haikal di belakang rumahnya.
"Kal, makan dulu" ucap Zaynan menghampiri Haikal.
Mengingat situasi saat ini, Zaynan memutuskan untuk menginap di rumah Haikal. Selain untuk mencari tau kabar Juna, ia juga ingin menemani Haikal.
"Ngga laper" jawab Haikal datar
"Gue tau lo pasti ngga nafsu makan, tapi buat nyari mereka kita butuh tenaga. Jangan sampai kita jatuh sakit dan malah bikin pencarian mereka tertunda" ujar Zaynan menjelaskan.
Haikal lantas menoleh, mencermati ucapan Zaynan. Benar, ia harus tetap kuat. Ia harus segera menemukan sang adik.
Haikal lantas menerima tawaran makan dari Zaynan, ternyata Zaynan membuat mie instan untuk menu makan malam hari ini.
Zaynan tak lupa turut memanggil Darren, mau bagaimana pun Darren tetaplah penghuni rumah ini. Sehingga Zaynan masih menghormati sosok itu, meski keterkejutannya akan tindakan Darren masih terasa.
Hening tercipta, hanya suara deru sendok yang beradu menjadi instrumen di antara mereka.
"Gue habis ini mau keluar, kalian di rumah aja" ucap Darren setelah menyelesaikan makannya.
"Kemana?" tanya Haikal
"Gue mau coba nyari lagi" jawab Darren kemudian segera beranjak dari dapur
"Gue ikut" ucap Haikal ikut bangkit
"Ngga! Lo di rumah aja sama Zaynan" ujar Darren menghentikan langkahnya dan menatap Haikal "Ini udah malam banget, lo tunggu aja di rumah. Mungkin aja mereka pulang" ucap Darren kemudian benar-benar pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadewa (END)
Novela JuvenilSadewa Chandra Mahendra pria yang tak pernah bisa menjalani kehidupan dengan tenang, bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati. Namun, karenanya gadis itu justru mengalami teror dari musuhnya. Bagaimanakah Chandra melindungi sang gadis...
