Part 49

120 15 10
                                        

Samudra berdiri tepat di depan Reyna dengan tatapannya yang tajam. Tak ada suara yang keluar dari bibirnya padahal waktu sudah berlalu selama dua jam.

Sementara di sisi lain Kirana, Juna, dan Hariz terus menerus menyuarakan isi kepalanya meminta untuk di lepaskan.

"LEPASIN!!" teriak Kirana

"Sam, lepasin. Gue punya salah apa sih sama lo?" kini Juna yang bersua

"Lepasin mereka, mereka ngga ada kaitannya sama ini" ucap Hariz

Samudra seketika menoleh ke arah Hariz, berjalan mendekat. Mengamati sosok itu tepat pada irish matanya.

"Ngga ada kata lo?" Ucap Samudra menunjukkan smirknya

Hariz mengerutkan kening merasa heran dengan perubahan mimik wajah Samudra.

"Kata siapa mereka ngga ada kaitannya? Lo pikir gue culik kalian ngga ada sebabnya?" ujar Samudra lagi

"Hahaha.. Setelah terkurung di sini dua hari, kalian masih ngga tau sebab kalian di sini?" ucap Samudra

"Maksud lo apa?" tanya Kirana tak sabar

"Lo penasaran?" tanya Samudra

"Iya, jelasin alasannya" ucap Kirana

"Apa maksud omongan lo sam? Gue ngga pernah ikut campur masalah lo" ujar Juna

"Oh iya? Ngga ikut campur ya?" tanya Samudra kemudian tersenyum

Samudra kemudian berjalan menjauh, mengambil sebuah kursi dan duduk di sana. Ia mengamati satu demi satu tawanannya itu.

Samudra berdeham, menaruh telunjuknya di dagu mencoba berpikir. Seluruh penghuni ruangan itu mengarahkan atensinya ke arah samudra.

"JELASIN!! APA MAKSUD UCAPAN LO TADI ANJING!!" teriak Reyna tiba-tiba mengejutkan.

Bukannya menjawab Samudra justru tertawa terbahak-bahak. Ia merasa hal itu sungguh lucu, melihat Reyna murka adalah hal yang menyenangkan baginya.

"Apa benefitnya buat gue kalau jelasin?" tanya Samudra menoleh ke arah Reyna

"Kalau lo ngga bisa kasih apa-apa gue ngga mau jelasin" ucap Samudra lagi

"Apa yang lo mau?" Kirana berucap

"Yakin lo bakal kasih?" tanya Samudra

"Iya buruan anjing, jelasin!!" ujar Kirana mulai tidak tahan

"Sabar dong, kalau lo nyolot terus gue jadi males" ucap Samudra

Kirana menghela nafas kasar, lelah rasanya. Tenaganya mulai terkuras. Malam semakin larut dan ia bahkan tidak merasa ngantuk.

"Gue mau lo ikut gue" ucap Samudra

"Jangan tanya kemana, tapi tanpa persetujuan lo gue juga tetep bawa lo" ucap Samudra lagi

"Anjir lo ya, lo mau bawa kita kemana ha?" kini Juna yang bertanya

"Bawa lo? Buat apaan? Gue cuma mau bawa Reyna sama Kirana" jawab Samudra

"SIALAN!!" ucap Hariz lantang

"Lama-lama gue ngerasa kasian sama kalian, cuma bisa teriak-teriak ya? Pasti ngerasa cape kan?" ujar Samudra

"Sebenarnya gue ngga suka bersikap kasar kaya gini, tapi kalian udah ngelewatin batas dengan mencoba kabur dari sini. Ini idenya siapa?" tanya Samudra datar

Tak ada yang menjawab semua bungkam, enggan mengorbankan siapapun. Samudra merasa kesal karena pertanyaannya tak di idahkan. Ia kemudian berdiri dan melempar kursinya sembarang.

Sadewa (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang