"REYNA!!" teriakan seseorang membuat Reyna membuka kedua kelopak matanya, ia menoleh ke arah samping dan mendapati sang ibu berkacak pinggang sembari menatapnya marah.
"Mah, kok bisa di sini?" tanya Reyna bingung
"Kok bisa di sini? Ya bisa lah, kamu daritadi mama panggil ngga nyaut-nyaut. Ini udah jam berapa Rey? Kamu ngga mau bangun?" tanya Tia melontarkan banyak pertanyaan ke arah anaknya
Reyna kemudian melihat jam yang ada di brankasnya. Jam 4 pagi, ia lalu mengamati sekelilingnya. Ia berada di kamarnya. Ternyata semua itu cuma mimpi.
"Kamu itu kebiasaan, kalau malam baca buku besoknya terus kesiangan" omel Tia
"Maaf mah" jawab Reyna, ia kemudian bangun sembari merapikan tempat tidurnya. Tak lupa ia juga menyimpan buku yang semalam ia baca
"Ya udah sana kamu mandi, terus siap-siap. Abang kamu itu loh udah ngomel" ujar Tia lagi kemudian pergi dari kamar Reyna
"Iya mah" jawab Reyna
"Mimpinya real banget" ujar Reyna bermonolog kemudian bersiap untuk mandi
Setelah mandi ia sempatkan untuk membuka ponselnya sejenak dan terkejut melihat pesan dari Nia.
"Graduation? Kok graduation? Gue kan masih kelas 10" ujar Reyna
Ia lalu kembali melirik jam miliknya, setengah 5 pagi. Ia baru tersadar bahwa ia mandi sangat pagi. Padahal sebelumnya ia juga sudah melihat jam tatkala Tia membangunkannya.
"Anjir, ngapain gue mandi sepagi ini coba? Terus kenapa ini graduation?" tanyanya bermonolog
Belum sempat ia membalas pesan Nia, Haikal sudah berdiri di ambang pintu kamarnya dengan raut wajah kesal.
"Lama banget sih kamu dek? Kamu mau telat atau gimana?" tanya Haikal membuat Reyna semakin bingung
"Lo kan harus dandan ke salon, lo lupa hari ini lo wisuda?" tanya Haikal semakin membuat Reyna terkejut
Dengan tidak sabarannya, Haikal menarik tangan Reyna untuk segera turun. Ia bahkan mengajak Reyna untuk memasuki mobil dan segera melajukan kendaraan roda empat itu menuju salon. Reyna tak banyak bertanya, ia masih mencerna keadaan yang ada.
Bahkan sesampainya di salon, ia masih saja terdiam karena melihat Nia ada di sana sedang menunggu.
"Akhirnya lo datang juga Rey, gue nungguin lo daritadi" ucap Nia
"Gue balik duluan ya kalau gitu" ucap Haikal
"Okay bang, hati-hati" jawab Nia
Nia kemudian mengajak Reyna memasuki salon dan melanjutkan tujuan mereka.
•••
Tak terasa acara graduation sudah usai. Kini Reyna tengah berada di lapangan guna berfoto bersama keluarganya. Ia terkejut tatkala netranya menangkap satu sosok wanita di antara keluarganya.
"Akhirnya datang juga" ucap Jazelle
"Iya macet banget tadi" jawab Grizelle
"Happy graduation my sister" ujar Grizelle pada Reyna
Reyna terbengong, ia sungguh merasa bingung dengan apa yang terjadi. Lambat laun ia mulai menyusun satu demi satu rangkain peristiwa yang ia alami.
Akhirnya ia kembali mengingat, hal terakhir yang ia lakukan kemarin ialah membaca buku lalu ia ketiduran. Benar, semua yang ia rasakan hanyalah mimpinya semata. Tadi pagi bahkan ia masih menjumpai buku yang ia baca tergeletak di kasurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadewa (END)
Teen FictionSadewa Chandra Mahendra pria yang tak pernah bisa menjalani kehidupan dengan tenang, bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati. Namun, karenanya gadis itu justru mengalami teror dari musuhnya. Bagaimanakah Chandra melindungi sang gadis...
