Seluruh atensi kini mengarah ke panggung tempat Haikal dan Reyna berada. Paduan keduanya mampu membungkam segala kericuhan siang hari itu. Semua terdiam dan fokus mendengarkan melodi indah yang dibawakan kedua saudara itu.
"Gue baru tau kalau bang Haikal suaranya sebagus itu" ujar Juan
"Iya sama, gue juga baru denger. Dan gue ngga tau kalau Reyna bisa main gitar" ucap Calvin menanggapi Juan
Juan mengangguk kemudian menatap ke arah Calvin yang terkagum akan Reyna. Netranya lalu menangkap siluet Chandra yang tengah menganga sembari terdiam. Juan menyenggol bahu Calvin untuk melihat seseorang yang ada di sebelahnya.
Calvin menoleh dan terkejut akan apa yang ia lihat.
"Astaga bang, ekspresi lo kaya kejatuhan duit 100 juta" ucap Calvin
Renjana yang mendengar ucapan Calvin lantas menoleh dan ikut terkejut melihat ekspresi Chandra.
"Biasa aja dong bro lihatnya" ujar Renjana
"Kalian berdua bisa diam ngga? Gue lagi mengagumi ciptaan Tuhan" ucap Chandra
"Serah deh, dasar bucin" jawab Renjana lalu kembali menoleh ke arah panggung
"Reyna cantik banget ya sen" ucap Kirana pada Arseno yang ada di sampingnya
Arseno menoleh ke arah Kirana dan tersenyum
"Lo juga cantik kok na"
"Ih apaan sih lo, gue bahasnya Reyna tau. Udah udah sana hadap depan aja" ujar Kirana menahan rasa saltingnya, sementara Arseno menahan tawa kemudian lanjut menonton.
Prok prok prok
Sorak sorai tepuk tangan mengakhiri penampilan Reyna dan Haikal. Keduanya lantas meninggalkan panggung.
"By, aku gatau loh kalau Haikal suaranya sebagus itu" ucap Mahesa pada Giselle yang masih terdiam
"By, kamu kenapa? Sakit?" tanya Mahesa lantaran Giselle tak kunjung menjawab
"Eh, aku gapapa kok" jawab Giselle
"Woi, anjir suara lo bagus banget" ucap Heli pada Haikal yang menghampirinya
"Lo mau muji gue apa adik gue anjir? Tatapan lo tuh" jawab Haikal yang melihat Heli berulang kali melirik ke arah Reyna
"Kalian berdua lah sama-sama keren, suara lo bagus. Reyna hebat main gitarnya, bisa kali ajarin gue rey" ujar Heli sembari mengedipkan sebelah matanya
"Heh! Berani-beraninya lo godain adek gue ye" ucap Haikal lalu menarik Reyna agar menjauh dari sana, sementara Reyna hanya tersenyum menanggapi
"Posesif banget anjir lo jadi abang kal" ucap Heli sedikit keras agar terdengar oleh Haikal
•••
Chandra nampak berjalan seorang diri di tengah banyaknya lautan manusia. Ia terlihat mencari seseorang.
"Di mana sih?" Ujarnya bermonolog
Ia lantas menuju ruang panitia OSIS untuk menanyakan sosok yang ia cari.
"Cari siapa chan?" tanya Juna ketika melihat Chandra celingukan
"Lihat Reyna ngga?" tanya Chandra
"Reyna? Dia udah pergi daritadi tuh" jawab Juna
Mendengar perkataan Juna, Chandra lantas melanjutkan pencariannya. Ia ingin bertemu dan mengobrol dengan Reyna. Banyak hal yang membuat otaknya terasa pening dan ia rasa harus segera menuntaskan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadewa (END)
Fiksi RemajaSadewa Chandra Mahendra pria yang tak pernah bisa menjalani kehidupan dengan tenang, bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati. Namun, karenanya gadis itu justru mengalami teror dari musuhnya. Bagaimanakah Chandra melindungi sang gadis...
