Part 51

89 12 5
                                        

Flashback On

Theo mengendarai motornya menuju suatu rumah megah yang ia yakini dapat membantunya itu. Sesampainya di sana ia segera bertemu dengan penjaga dan meminta masuk.

Usahanya untuk dapat menjejakan kaki di rumah itu cukup sulit, perlu waktu untuk menyakinkan penjaga bahwa ia memang memiliki perlu dengan sang pemilik.

Tiga puluh menit berlalu akhirnya Theo bertemu dengan sang pemilik rumah beserta anaknya. Sang pemilik berjalan ke arahnya sembari menatap tajam, sementara sang anak nampak terkejut akan kehadirannya.

"Ada perlu apa kamu kemari?" tanya Kai sang pemilik rumah

"Saya ingin meminta bantuan Anda Tuan" jawab Theo

"Bantuan apa?" tanya Kai "Saya sedang malas untuk bekerja hari ini"

"Saya ingin Anda membantu saya menyelamatkan Reyna dan teman-temannya" ucap Theo

Kai melirik ke arah Theo dengan tidak suka, moodnya hari ini sedang buruk dan Theo memperkeruh suasana hatinya.

"Saya tidak mau" jawab Kai skeptis lantas beranjak pergi

"Saya mohon Tuan, saya akan melakukan apapun untuk Anda jika Anda mau menyelematkan mereka" ucap Theo memohon

"Tidak bisa" jawab Kai kemudian benar-benar pergi

"Nia" panggil Theo

Gadis itu lantas berhenti dan menoleh ketika hendak mengikuti sang ayah.

"Gue mohon, bantu gue yakinin bokap lo buat selamatin Reyna" ucap Theo sembari menatap Nia

Nia masih bungkam tidak menjawab apa-apa, pikirannya terasa kacau.

"Cuma lo yang bisa bantuin mereka, mereka mungkin ngga akan selamat kalau ngga lo selamatin Nia" ujar Theo

"Gue mohon Nia, selamatin mereka" ucap Theo lagi mendekat ke arah Nia

Theo lalu menggenggam kedua tangan Nia dan menatapnya dalam. Nia terkejut.

"Gue mohon Nia, gue ngerasa bersalah banget karena ngga bisa bener-bener ngelindungin kalian. Ini salah satu bentuk rasa penyesalan gue, dan gue pengin berguna untuk sekali ini" mohon Theo

"Tapi kenapa lo sampai segitunya? Sebenernya Lo siapa?" tanya Nia

"Gue bakal jelasin gue siapa nanti, yang terpenting mereka harus selamat Nia" jawab Theo

"Gue ngga bisa, semua keputusan di tangan ayah" ujar Nia

"Lo pasti bisa yakinin ayah lo Nia, gue yakin" ucap Theo

Theo melepas tangan Nia kemudian berlutut di hadapan Nia. Theo benar-benar memohon kepada Nia.

"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Kai yang tiba-tiba saja kembali

Kai lalu menarik anaknya agar berada di belakangnya, Theo mendongak dan berdiri kembali.

"Tuan aku mohon selamatkan mereka" ucap Theo masih memohon

"Sekali tidak tetap tidak, lebih baik kamu pergi dari sini" ujar Kai

"Saya tidak mau!!" ujar Theo

"Bambang! Usep!! Bawa dia keluar dari sini!" perintah Kai kepada kedua bawahannya

Bambang dan Usep segera mencekal lengan Theo dan menariknya keluar secara paksa.

Sadewa (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang