Seorang gadis dan pemuda tengah berjalan beriringan dengan riang di lorong sekolah.
"Nanti istirahat bareng ya, abang susulin ke kelas kamu" ucap Haikal pada adiknya.
"No no no.. aku aja yang ke kelas abang. Soalnya aku mau mampir perpustakaan dulu nanti" jawab Reyna
"Oke, boleh. Nanti abang tunggu. Kalau gitu abang duluan ya. Kamu sekolah yang benar" ucap Haikal sembari mengelus pucuk kepala Reyna dan pergi menuju kelasnya. Sedangkan Reyna hanya mengangguk, lalu berjalan masuk ke dalam kelas.
Dengan perlahan ia memasuki kelasnya. Tak sengaja netranya melihat Nia yang sedang berdiri di depan loker. Namun, itu bukanlah loker Nia melainkan miliknya. Setelah meletakkan tasnya ia menghampiri Nia.
"Woi, ngapain?" tanya Reyna mengejutkan Nia.
"Ish.. ngagetin aja lo. Ini loker lo engga lo kunci kemarin?" tanya Nia
"Gue kunci kok, ini kuncinya" jawab Reyna sembari mengambil kunci pada saku bajunya.
Nia nampak terkejut lalu membuka loker Reyna yang memang tidak terkunci. Reyna pun segera melihat dan hal mengejutkan lainnya ada di dalam loker itu.
"Niaa.." ucap Reyna pelan sembari menutup mulutnya.
"Iya gue paham, gue mau bicara sama lo. Tapi berdua aja. Ayok duduk" ajak Nia pada Reyna yang masih mematung.
Keduanya pun kini duduk di bangku mereka dan berhadapan. Reyna memperhatikan gerak gerik Nia yang sibuk dengan ponselnya. Dan menunjukkan sebuah video pada Reyna.
"Lo dapat ini dari mana?" tanya Reyna pada Nia. Nia tidak menjawab dan malah mengambil pena dan sebuah buku.
"Niaaa.." panggil Reyna lagi, Nia menoleh dan kembali berhadapan dengan Reyna.
"Gue gabisa cerita disini, balik sekolah aja lo sama gue kita ngobrolin ini" ucap Nia pelan agak berbisik pada Reyna.
"Mau ngobrolin apa kalian?" tanya Calvin yang tiba-tiba sudah berada di samping mereka.
"Astaga lo ngagetin aja bangs*t" ucap Nia terkejut
"Lagian kalian ngapain bisik-bisik pagi-pagi gini, engga ada orang juga" ucap balik Calvin "masih urusan loker lo?" Tanya Calvin ke arah Reyna.
Mereka tak menjawab, merasa bingung bagaimana Calvin dapat mengetahuinya padahal belum ada yang bercerita.
"Hmm.. loker lo kebuka lebar gitu dan ada kotak hitam dalemnya" ucap Calvin menjawab pertanyaan mereka. Dengan cepat Nia segera menutup rapat loker Reyna.
"So? Gue boleh ikut kan? Jujur gue juga penasaran" ucap Calvin pada keduanya.
Nia dan Reyna nampak berpikir untuk menyetujui ucapan Calvin.
"KFC gue traktir balik sekolah" tawar Calvin.
"Oke deal" ucap Nia tiba-tiba yang membuat Reyna membulatkan mata. "Mumpung gratis Rey, engga boleh ditolak. Rezeki namanya"
"Oke balik sekolah ya, siapa aja?" tanya Calvin lagi.
"Kita-kita aja kok" jawab Nia
"Tambah abang gue ya?" Tanya Reyna
"Oh tentu itu, harus ada abang lo"
"Oke thanks"
"Yoaa"
"Yaudah jangan dibahas dulu, awas kalian duluan" ucap Calvin lalu kembali ke bangkunya. Tak lama siswa lain mulai mengisi kekosongan kelas karena bel masuk sudah berdering.
Jam pulang sekolah
"Jadi?" tanya Reyna pada Nia yang di jawab anggukan
Calvin pun menghampiri mereka dan bertanya hal yang sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadewa (END)
Fiksi RemajaSadewa Chandra Mahendra pria yang tak pernah bisa menjalani kehidupan dengan tenang, bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati. Namun, karenanya gadis itu justru mengalami teror dari musuhnya. Bagaimanakah Chandra melindungi sang gadis...
