13

1.6K 94 0
                                        

--------
------------

Jennie pov

Setelah liburan panjang akhirnya kembali ke kampus. Hari ini aku terlalu malas untuk bangun dari tempat tidurku dan aku hanya ingin tinggal di rumah bersama Lili.

Tapi ngomong-ngomong soal Lili-ku. Dia mencoba membangunkanku agar aku bisa pergi kuliah. Aku tidak mendengarkannya dan terus tidur dan berpura-pura tidak mendengarnya. Hihihi.

"Sayang, ayolah. Bangun. Ini hari pertamaku ke kampus lagi. Kamu harus belajar karena ujianmu sudah dekat," kata Lisa dengan nada lembut sambil mengguncang tubuhku, membangunkanku dengan lembut. Aku mengerang kesal dan memunggunginya, menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.

"Tidak, aku tidak mau. Aku masih mengantuk," kataku dengan suara serak.

"Bangun sekarang" Tiba-tiba dia menjadi serius yang membuatku menelan ludah dan membeku di tempat.

"Bangunlah atau aku tak akan bicara padamu," katanya dengan nada serius.

Aku segera membuka mataku dan duduk di tempat tidur, menatapnya dengan mata terbelalak.

"Tidak, Lili, jangan abaikan aku. Aku akan pergi ke sekolah sekarang," kataku dengan nada manis sambil memeluk pinggangnya, membenamkan wajahku di perutnya.

"Aish, berhentilah bermalas-malasan  dan bersiaplah," katanya sambil membelai rambutku. Aku melepaskan pelukanku dan berdiri dari tempat tidur.

"Sekarang pergi mandi sana. Aku akan turun ke bawah dan membantu Jisoo menyiapkan sarapan," katanya dan hendak pergi ketika aku memegang tangannya dan menyuruhnya duduk di ujung tempat tidur. Lalu aku duduk di pangkuannya seperti anak kecil dengan mata seperti anak anjing.

"Tidak! jangan, tunggu aku di sini," kataku dengan nada seperti bayi.

"Tapi sayang aku~~"

"Pleasuee" Aku senang bisa menunjukkan wajah bayiku sambil mengerucutkan bibirku.

"Hentikan itu! Itu ilegal. Baiklah, aku akan menunggumu di sini, Sayangku." Dia tersenyum dan mencium pipiku, dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tersipu. Aku menunjukkan senyumku padanya sebelum memasuki kamar mandi.

------------

Setelah 20 Menit

Aku keluar dari kamar mandi dan melihat Lisa sedang bermain dengan ponselnya. Kurasa dia sedang bermain Fortnite lagi. Aish, aku tidak mengerti mengapa mereka menyukai permainan itu.....maksudku gadis ini. Aku tidak mengerti mengapa dia menyukai permainan itu.

"Fortnite lagi?" kataku sambil menyilangkan tangan dan mengangkat alis kiriku. Dia menatapku dengan mata terkejut.

"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanyaku.

"Sayang, kamu terlihat seksi," katanya dengan nada rendah, tetapi aku masih mendengarnya. Aku terkejut mengingat handukku melilit tubuhku. Ah! Dasar mesum!

"Yaahhk! Mesum! Jangan lihat aku seperti itu! Aku masih perawan!" teriakku padanya saat aku kembali ke kamar mandi. Saat aku kembali ke dalam, aku mendengarnya tertawa.

"Berhenti tertawa, dasar mesum!" teriakku dari kamar mandi.

"Yah, yah, maafkan aku, oke? Aku tidak bermaksud begitu. Kenapa kamu tidak membawa baju?" katanya dari luar kamar mandi.

"Tolong ambilkan aku baju, honey," kataku sambil cemberut. Kudengar dia terkekeh.

"Oke, Sayang. Sekarang berhenti cemberut," katanya. Bagaimana dia tahu? Lalu aku mendengar ketukan pelan.

"Ini bajumu. Jangan khawatir, aku tidak akan melihat," katanya. Aww, aku sangat mencintainya. Meskipun dia sudah melihatku beberapa waktu lalu. Aiishh, dasar Jennie Kim bodoh. Aku membuka pintu dan melihat Lisa menghadap tempat tidur sambil memegang bajuku. Aku meraihnya lalu mencium pipinya. Bisa kubilang dia kaget. Haha. Lalu aku menutup pintu kamar mandi lagi.

My Childish Girlfriend (NINI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang