------------
---------------
Jennie pov
"Yeeeeeeyyy!! Teman-teman! Ini dia! Kita lulus!" teriakku sekencang-kencangnya sambil melompat dan bertepuk tangan dengan bahagia. Teman-temanku mulai berpelukan dan tertawa bahagia, tahu bahwa kita semua akan lulus. Kami sangat senang akhirnya! Menjadi mahasiswa sudah selesai, tetapi hal berikutnya yang perlu kami lakukan adalah bekerja untuk masa depan kami, menjadi dewasa dan lebih dewasa. Tetapi aku tidak tahu bagaimana bersikap dewasa.
Lisa tertawa karena tindakanku dan aku berhenti melompat dan bertepuk tangan saat Lisa memelukku. Aku hanya ingin memeluknya kembali karena bahagia. Dan tentu saja karena dia ada di sini sebagai kekasihku yang mendukungku.
Lisa melepas pelukannya dan mendekap wajahku, ia menatap dalam ke mataku dan tersenyum manis.
"Jadi, Baby, ini dia. Kamu lulus sekarang. Yeeeyy," kata Lisa sambil tertawa kecil. "Aku tidak sabar melihatmu semakin sukses di perusahaanmu. Membuat Unnie dan orang tuamu bangga, terutama aku," imbuh Lisa dan aku pun menangis, lalu memeluknya lagi, membenamkan wajahku di dadanya.
"Yah! kau membuatku menangis, upacaranya belum dimulai" kataku di sela-sela isak tangisku dan kudengar Lisa tertawa.
"Jangan tertawa. Tidak lucu. Kau bisa merusak riasanku," kataku sambil cemberut, tapi Lisa hanya mencium bibirku yang cemberut.
Lisa tertawa dan membelai rambutku. "Oke, oke, maafkan aku. Kamu manis sekali," katanya sambil mengedipkan mata padaku. Sungguh genit, tapi aku menyukainya. Dia hanya bisa menggodaku dan tidak ada orang lain.
Aku tersenyum lebar dan kami mendengar suara pria keluar dari pengeras suara.
"Perhatian untuk semua siswa. Kalian sekarang dapat memasuki Arena Besar dan Wisuda akan dimulai dalam satu jam"
Itu suara Kepala kampus kami dan kami semua saling memandang.
"Aku tidak sabar untuk masuk ke dalam. Pasti arena ini sangat besar," kata Chaeyoung sambil melihat ke arah gedung Grand Arena.
"Yap! Aku setuju dan kurasa ini akan luar biasa," kata Jin sambil melingkarkan lengan kanannya di pinggang Rm.
"Baiklah kalau begitu, ayo masuk dan duduk. Kita akan makan malam di rumahku, nanti" kata Lisa sambil tersenyum kepada kami sambil melingkarkan lengannya di pinggangku.
Aku tersenyum dan memegang tangannya yang berada di pinggangku.
"Kau mau masak?" tanya Sana dan Lisa menganggukkan kepalanya.
"Jangan khawatir, ada maid yang akan membantuku," kata Lisa sambil menggaruk tengkuknya. Kita semua tahu bahwa dia tidak bisa memasak, tetapi aku ingin melihatnya memasak, dan mungkin aku bisa membantu dan mengajarinya juga.
"Ayo masuk, teman-teman! Kajja!" teriakku dan kami semua masuk ke dalam.
.
.
.
.
.
Grand Arena di Park sangatlah besar.
Panggungnya besar, banyak kursi di lantai dan di sekeliling Arena. Temanya Perak dan Emas yang tampak menakjubkan.
"Daebak! Luar biasa! Emas dan perak yang berkilau itu indah sekali," puji Tzuyu seraya matanya mengamati seluruh Arena.
"Aku tahu, kan?" kata Jeongyeon dan Chaeyoung serempak.
"Guys! Akhirnya kita lulus!" Ucap teman laki-laki itu serentak sambil berpelukan dan beradu tinju satu sama lain.
Mereka semua senang. Maksudku siapa yang tidak senang? Ini adalah wisuda, artinya kalian telah berhasil menjadi mahasiswa tetapi kalian harus cukup dewasa dan lebih serius dalam hal pekerjaan. Kita tidak lagi belajar jadi kita harus menganggap semuanya serius setelah wisuda ini berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Childish Girlfriend (NINI)
RomanceSeorang gadis bernama Lalisa Manoban telah menjalin hubungan dengan seorang Gadis Kekanak-kanakan bernama Jennie Kim. Bukan karya saya, saya hanya menerjemahkan ke bahasa Indonesia!
