--------
-------------
Jennie pov
Kami pergi ke mall dan bermain Arcade serta menonton beberapa film. Lisa juga membelikanku beberapa baju dan barang baru. Dia juga memenangkan beberapa boneka mainan di Arcade.
Dan sekarang kami sedang dalam perjalanan ke Kebun Binatang. Aku memberi tahu Lisa bahwa aku ingin pergi ke Kebun Binatang dan setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan ke lokasi Kencan kami.
---------------
Skip time
"Sayang! Berhenti berlari!" teriak Lisa yang membuat perhatian semua orang tertuju pada kami. Aku berlari karena aku melihat di mana Moneky berada. Mungkin keluarga Lisa. Tidak mungkin aku hanya bercanda, oke? Hehehe.
"Lihat honey! Monyet!" kataku sambil berteriak dan melompat seperti anak kecil.
"Ya, aku tahu. Aku bisa melihatnya. Kau tak perlu berteriak," katanya sambil mencoba menghirup udara segar.
"Ups maaf. Nih air." Aku menyodorkan botol airku padanya dan dia menerimanya lalu meminumnya.
"Kau gadis yang nakal hari ini, nini," katanya dengan nada berat setelah meminum air itu. Aku menatapnya dan menunduk, memainkan jari-jariku sendiri.
"A-aku minta maaf, aku hanya terlalu bersemangat," kataku dengan nada rendah dan mengerucutkan bibirku.
"Aisshh nini, aku tidak bisa terus-terusan marah padamu. Sekarang kemarilah, jangan bersedih," katanya dan menarikku lebih dekat untuk memeluknya. Aku balas memeluknya, membenamkan wajahku di dadanya.
"Maaf," gumamku.
"Tidak apa-apa,sayang" jawabnya. "Sekarang mari kita lanjutkan. Hewan apa yang ingin kamu lihat selanjutnya?" imbuhnya sambil melepaskan pelukannya dan menatapku dengan manis. Matanya indah. Aku tidak akan bosan menatap matanya yang besar dan berwarna cokelat.
"Aku ingin melihat koala," kataku sambil menunjukkan senyum manisku. Dia mencubit pipiku dan terkekeh.
"Oke, oke. Ayo pergi," katanya dan kami mulai berjalan sambil berpegangan tangan. Kami pergi mencari koala. Aku selalu ingin melihatnya sejak aku masih kecil. Namun, orang tuaku tidak pernah mengajakku karena mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Namun, aku sangat merindukan mereka, aku berharap mereka masih di sini.
"Hai, kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Lisa. Aku menatapnya dan tersenyum lemah.
"Ya! Aku baik-baik saja," kataku.
"Baiklah kalau begitu. Oh lihat! Itu koala," kata Lisa sambil menunjuk ke arah yang ditunjuknya. Aku melihat ke arah yang ditunjuknya dan mataku terbelalak saat bibirku membentuk senyum lebar.
"Woaa!! Mereka lucu sekali!" kataku kegirangan. Sementara Lisa yang tertinggal menggelengkan kepala dan tersenyum lebar.
------------------
Skip time
jam 9 malam |
"Honey? Kita mau ke mana lagi? Aku sudah sedikit lelah," kataku dengan nada lemas. Lisa tersenyum dan menatapku.
"Kamu bisa istirahat dulu, aku akan membangunkanmu begitu kita sampai," katanya dan tatapannya kembali ke jalan. Aku menganggukkan kepala dan memposisikan tubuhku dengan nyaman di kursi dan tertidur.
Beberapa menit berlalu
Setelah perjalanan panjang. Aku merasakan telapak tangan di pipiku, membelainya lembut yang membuatku membuka mata dan berkedip. Itu Lisa, dia menatapku penuh kasih sambil tersenyum. Aku tak kuasa menahan senyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Childish Girlfriend (NINI)
RomanceSeorang gadis bernama Lalisa Manoban telah menjalin hubungan dengan seorang Gadis Kekanak-kanakan bernama Jennie Kim. Bukan karya saya, saya hanya menerjemahkan ke bahasa Indonesia!
