27

1.2K 69 0
                                        

--------------
------------------
Jennie pov

"Baby, kamu mau ke mana? Jangan pergi," kata Lisa sambil duduk di tempat tidur kami, cemberut seperti bebek. Tapi dia tetap imut.

"Jangan cemberut seperti itu, kau terlihat seperti bebek, honey" kataku sambil tertawa manis. Lisa berdiri dari tempat tidur dan mendekatiku. Dia melingkarkan lengannya di pinggangku dan aku melingkarkan lenganku di lehernya.

"Kenapa kamu tidak mau aku ikut hmm?" tanya Lisa dan mengecup kepalaku dengan lembut. Aku tersenyum dan memeluknya erat, membenamkan wajahku di dadanya.

"Karena ini kejutan. Kalau kau mau ikut, ini bukan kejutan lagi. Dan aku masih menebusnya untukmu," kataku lembut sambil melepaskan pelukan dan menatapnya penuh kasih. Lisa tersenyum dan mengecup bibirku.

"Baiklah, aku akan mengizinkanmu. Tapi!" kata Lisa dan berhenti sejenak. "Jika kau mengizinkan Jisoo ikut denganmu," imbuh Lisa sambil tersenyum menggoda.

"Apa kau bercanda? Aku masih membencinya," kataku sambil cemberut seperti anak kecil.

"Bukankah sudah kubilang untuk tidak membencinya? Sudah setahun sejak dia tidak sengaja mencium bibirku," kata Lisa dengan nada menggoda dan tertawa. Aku menepuk bahunya dan dia mengerang kesakitan. Dia pantas dimaki karena menggodaku. Hmp!

"Aku membencimu," kataku dengan nada bayi.

"Dan aku mencintaimu, Jennie," kata Lisa dan mengecup bibirku. Kami berdua tersenyum manis dan keluar dari kamarku menuju lantai bawah. Kami melihat Chaesoo duduk di sofa sementara mereka berdua bermain Nintendo.

"Yow Jisoo unnie!" Aku memanggil nama Jisoo dengan suaraku yang seperti anak kecil yang membuat Chaesoo menoleh ke arahku, sedangkan Lisa hanya tertawa.

"Apa sekarang, mandu" kata Jisoo yang membuatku memutar mataku.

"Aku bukan mandu! Hmmp!" kataku sambil meletakkan kedua lenganku di pinggang. Lisa memelukku dari belakang. Ia menempelkan dagunya di bahuku dan aku tersenyum melihat posisi kami.

"Chikin, bisakah kau menemani Jennie? Dia akan pergi ke suatu tempat" kata Lisa yang membuat Jisoo mengerutkan kening.

"Kenapa harus aku? Kenapa kau tidak menemani kekasih bayimu?" tanya Jisoo bingung.

"Yah, dia ingin mengejutkanku, jadi jika aku ikut dengannya, itu bukan kejutan lagi," Lisa menjelaskan sambil mengangkat bahu sambil menatap Jisoo.

"Aku terlalu malas untuk perg-" Jisoo hendak mengatakan sesuatu namun Rosé unnie memotongnya.

"Ayolah sayang, temani sepupuku ya?" kata Rosé unnie dan aku pun membelalakkan mataku.

"Yakk! Rosie unnie! Kau berpacaran dengan manusia chikin itu?!" tanyaku sambil nunjuk Jisoo dengan jari telunjukku.

Jisoo mengerutkan kening. "Ya, kenapa? Apa kau punya masalah hmm?" Jisoo bertanya dan mengangkat alis kirinya. Aku menatapnya dengan marah tetapi dengan cara yang manis sambil mengerucutkan bibirku.

"Tidak untukku. Hmmp!" kataku dan berbalik sambil menyilangkan tanganku. Kudengar Lisa terkekeh dan dia mengecup pipiku dengan lembut.

"Jangan seperti itu, oke? Jangan mulai bertengkar, Jisoo akan menemanimu dan aku ingin kau bersikap baik. Kau mengerti maksudku?" kata Lisa sambil menatap lurus ke mataku. Aku menganggukkan kepalaku dan menunjukkan senyumku yang menggemaskan.

"Ne! Aku janji" Aku menunjukkan jari kelingkingku pada Lisa dan kami pun berjanji dengan jari kelingking kami.

"Senang mendengarnya. Sekarang pergilah dan pastikan untuk kembali ke rumah tepat pukul 2:00 siang," kata Lisa dengan nada memperingatkan. Aku menganggukkan kepalaku cepat-cepat dan tersenyum.

My Childish Girlfriend (NINI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang