31

1.9K 86 2
                                        

-----------------
----------------------
Setelah 5 Bulan
.
.
.
.
@The Kim's Corporation

Jennie pov

"Ahmm Momo unnie? Apa aku ada jadwal hari ini?" Aku berhenti mengetik di laptopku dan menatap Momo unnie dengan manis.

"Hmm, aku sudah memeriksa jadwalmu dan kau bebas hari ini, Ms. Kim," kata Momo sambil tersenyum sopan. Aku menatapnya sambil cemberut.

"Sudah kubilang jangan panggil aku Ms. Kim. Panggil saja aku Jennie," kataku sambil menunjukkan senyumku. Dia membalas senyumku dan terkekeh.

"Oke, oke Jennie," katanya sambil tersenyum. Kami sudah berteman sejak unnie IU memperkenalkannya sebagai sekretarisku. Dia cantik dan baik hati.

"Momo unnie, karena aku sedang senggang hari ini, bisakah kau menelepon Lili? Aku ingin makan siang dengannya," kataku sambil merengek seperti anak kecil. Momo tertawa dan meraih ponselnya untuk menghubungi nomor Lisa. "Juga katakan padanya aku sudah merindukannya," kataku sambil cemberut. Momo tidak berkata apa-apa, tetapi menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa menit, Momo meletakkan ponselnya dan mendekatiku.

"Apa yang dia katakan?" tanyaku dengan penuh semangat.

"Maaf, tapi Lisa bilang dia terlalu sibuk. Dia tidak makan siang hari ini," kata Momo dengan nada sedih. Aku menunduk dan cemberut. Dia tidak punya waktu untukku sekarang, tapi aku mengerti. Sejak aku kuliah, dia memang sibuk, tapi dia punya waktu untukku. Tapi sekarang? Aku tidak tahu. Aku hanya merindukannya.

"Jangan sedih, Jennie. Bagaimana kalau begini? Pulang saja dan masak untuknya? Bawakan dia makan siang dan kalian berdua akan makan di kantornya" usul Momo sambil tersenyum. Aku menatapnya dan tersenyum lebar. Kedengarannya seperti ide yang bagus.

"Woah daebak! Ide bagus. Terima kasih untuk itu, Momo unnie" kataku dengan suara imutku. Ngomong-ngomong. Momo unnie adalah sekretarisku di sini. Dia bagian dari lingkaran pertemanan kami sekarang dan Heechul oppa adalah pacarnya, dia juga bekerja di perusahaanku.

"Jadi? Apa yang kau tunggu? Pergilah sekarang, jangan buat calonmu melewatkan makan siang," kata Momo unnie menggoda. Aku melotot padanya dengan lucu dan dia hanya tertawa. Tidak ada yang benar-benar takut padaku ya? Kenapa aku malah imut? Aku cemberut memikirkan hal itu.

"Nde! Aku akan serahkan semuanya padamu sekarang, oke? Aku akan kembali setelah makan dengan Lili" kataku sambil tersenyum. Momo menganggukkan kepala dan membungkuk.

"Hati-hati, Ms.Manoban," katanya sambil mengedipkan mata padaku. Aku tersipu mendengar apa yang dikatakan Momo unnie.

"I-iya tentu, terimakasih ya unnie" kataku sambil terbata-bata dan dia hanya tertawa. Aku meraih tasku dan melambaikan tanganku ke Momo unnie sebelum meninggalkan ruanganku.

"Hai, Ms.Kim!" Top menyapaku sambil tersenyum. Aku membalas sapaannya dan tersenyum.

"Hai," sapaku singkat dan hendak pergi ketika dia berbicara.

"Ahmm tunggu Ms. Kim? Boleh aku mengajakmu makan siang?" Katanya sambil menggaruk tengkuknya. Aku hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Top selalu mengajakku keluar, tapi hei, aku menolaknya, bukan hanya padanya, tapi juga kepada siapa pun yang mengajakku keluar.

"Maaf aku tidak bisa, aku sudah memiliki rencana makan siang dengan suamiku" kataku dan dia menatapku dengan wajah terkejutnya.

"K-kau sudah memiliki suami?" tanyanya.

"Ahmm tidak. Aku mempunyai kekasih tapi dia akan segera menjadi suamiku," kataku dan menunjukkan senyumku. Dia tidak mengatakan apa pun tapi menganggukkan kepalanya.

My Childish Girlfriend (NINI) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang