HappyReading 💌
Hari ini Keynan sengaja membatalkan semua pekerjaannya dan datang ke butik Mia. Setelah malam itu perasaan Keynan menggebu-gebu. Hal yang selama ini Ia sembunyikan memaksa ingin diketahui banyak orang.
Keynan ingin Mia tau kalau dirinya juga mencintai gadis itu, tapi Keynan tidak gegabah. Dia akan membuat banyak momen indah bersama Mia sebelum akhirnya menyatakan cinta sekaligus meminta Mia untuk menjadi teman hidupnya.
Keynan tidak pernah se bahagia ini seumur hidup nya.
Benar kata orang, Cinta seperti api yang menyalakan semangat dalam tubuhmu. Sekalipun kau habis terbakar, kau akan menjadi abu dalam dalam kendi kasmaran.
Keynan terkekeh mengingat kata itu. Ia tau ini berlebihan tapi rasanya dia tidak bisa biasa saja setelah apa yang terjadi padanya dan pada Mia selama ini.
"Mia ada kan?" Tanya nya sambil terus berjalan.
"Ada pak," ujar salah satu karyawan Mia yang membukakan pintu., "tapi..."
Keynan sudah menjauh membuat karyawan itu tidak meneruskan ucapannya.
* * *
"Saya bawa kasus ini ke pengadilan."
Mia terkejut, "tapi mereka itu orang tua kamu loh."
"Nyawa yang hilang harus di bayar," ujar Lee tegas.
"Iya sih.. tapi kamu juga nggak punya bukti," kata Mia hati-hati.
"Saya sudah sewa pengacara."
"Keluarga Olivia... Maksudku keluarga Jensen pasti nggak ngebiarin kamu ngelakuin ini juga."
"Saya berusaha sebaik mungkin, Mia," Lee penuh harapan.
Mia tidak ingin membunuh harapan yang terpancar di mata Lee, "aku tau kamu pasti bisa. Kebenaran pasti nemuin jalannya."
Lee tersenyum tipis, "terimakasih atas support nya. Itu yang saya butuhkan saat ini."
"Mau kopi?" Mia berdiri mendekati mesin kopi di ujung ruangan.
"Americano les—"
"Less sugar," tebak Mia tepat sasaran membuat Lee terkekeh kecil.
"Saya nggak suka gula," Lee menyerongkan duduk menatap Mia, "rasanya aneh."
Mia yang berdiri di depan mesin kopi menoleh heran, "lidah kamu yang aneh."
Lee menunduk tersenyum lalu menatap Mia kembali—lebih tepatnya punggung gadis itu, "kamu tau Thalita?"
"Tau banget. Kenapa?" Mia menoleh mengerlingkan mata, "suka ya?"
"Bukan," Lee menerima kopi yang diberikan Mia, "orang tua saya menjodohkan saya dengan Thalita."
Mia mengerjap tak percaya, "secepet itu?"
"Saya juga heran," Lee menyeruput kopinya, "disamping saya juga nggak mau ada hubungan sama wanita manapun lagi. Saya payah dalam hal cinta."
"Kamu tolak?"
Lee mengangguk.
Mia ikut bingung. Kalau dipikir-pikir beban idup Lee banyak banget.
Mia menggaruk alisnya yang tidak gatal, "perjodohan kamu sama Thalita terlalu cepet menurutku setelah apa yang terjadi sama kamu dan Olivia," ujarnya lembut, "tapi kamu nggak boleh ngehukum diri kayak gitu."
"Ngehukum?"
Mia mengangguk, "kegagalan hubungan kamu sama Olivia bukan akhir dunia. Kamu boleh ambil waktu buat nenangin diri asal jangan timpain semua kesalahan ini di kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cousin Zone
Teen Fiction#KeynanMia Dulu, Mia hanya gadis 13 tahun yang naif, jatuh cinta pada sepupunya, Keynan. Tapi perasaannya ditolak mentah-mentah, dan Keynan membuatnya yakin cinta itu hanya sebatas hubungan keluarga. "You're my cousin, Mia," katanya tegas, memisahka...
