#KeynanMia
Dulu, Mia hanya gadis 13 tahun yang naif, jatuh cinta pada sepupunya, Keynan. Tapi perasaannya ditolak mentah-mentah, dan Keynan membuatnya yakin cinta itu hanya sebatas hubungan keluarga. "You're my cousin, Mia," katanya tegas, memisahka...
Tidak apa-apa. Tidak masalah. Mia meyakinkan dirinya kalau semua akan berjalan sesuai rencana.
Mia bukan artis terkenal yang diketahui semua kalangan. Dia hanya masyhur di bidang designer dan orang-orang pecinta desain lah yang mengenal Mia.
Jadi Mia tidak perlu takut untuk bertemu siapapun.
Tapi, Mia tidak ingin Rendi tau dimana Ia tinggal, apa pekerjaannya dan semua sosial media Mia sampai Ia yakin kalau Rendi orang yang dapat dipercaya.
Bahkan Rendi tidak tau nama lengkap Mia.
Jam berdetak ke arah kanan membuat Mia gugup macam anak SMP yang baru mau kenalan sama cowok.
"Bu Mia mau saya pesankan makan siang? Sekalian bareng anak-anak yang lain?" Ujar Indri dari ujung pintu.
Mia memasukkan ponsel dan beberapa barang lain ke dalam tasnya, "nggak usah. Saya ada janji makan siang sama temen."
"Oh, oke," Indri tersenyum lalu pergi.
Mia menimang kunci mobil di tangannya, "apa ini ide yang buruk?" Ujarnya tetap ragu.
Bagaimanapun Mia telah berkali-kali mengalami pengalaman pahit yang selalu membekas. Dikhianati, dimanfaatkan dan ditinggalkan membuat Mia ragu untuk mengambil langkah lagi.
Ting!
Rendi : aku udah di kafe.
Rendi: [send a photo]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mia semakin dibuat gugup, ternyata foto profil Rendi adalah wajah aslinya sendiri.
* * *
Mia membuka pintu kafe, pandangannya menyapu ruangan mencari sosok yang sesuai dengan foto yang dikirim tadi.
Di bangku paling tengah, Mia melihat lelaki itu tengah berkutat dengan gawainya.
Mia masuk, berpikir sebentar sebelum akhirnya memberanikan diri untuk mendekat.
Rendi mendongak, sempat terpaku melihat Mia, "h-hai," ujarnya terkejut.
Mia menarik kursi, "hai," ujarnya se bisa mungkin menyingkirkan rasa gugupnya.
Rendi menggaruk alisnya terkekeh salah tingkah.
"Ada yang salah?"
"Enggak.. enggak," ujar Rendi cepat, "cuma lo beda dari yang gue bayangin."