2

716 46 5
                                        

HappyReading💌

"Mia."

Gadis itu menguap, menyibakkan selimut dan membuka pintu, "apasih? Masih pagi."

"Sarapan."

"Bentar lagi gue buatin," Mia menempelkan pipi kiri di dinding, "masih ngantuk."

"Udah siap."

"Serius?" Mia tersenyum, "makasih, Keynan."

"Cepet turun," titah pria yang sudah siap dengan kemeja putihnya itu.

"Mandi dulu," ujarnya lalu menutup pintu.

Keynan melihat arloji, masih aman untuknya menyiapkan kopi dan menunggu Mia mandi.

ini adalah hal favorit Mia jika Keynan menginap di rumahnya. Lelaki itu mempunyai tangan ajaib yang kalau masak apapun ga pernah gagal. Mia nggak pernah nyuruh Keynan masak, lelaki itu sendiri yang selalu asik dengan dunia dapur.

Mia bisa masak. Bisa banget. Cuma masakan Keynan selalu lebih enak.

Keynan memang sering menginap disini. Alasannya simple, karena rumah Mia lebih dekat ke kantor daripada rumahnya.

Tapi menurut Mia itu bukan satu-satunya mengapa Keynan sering bermalam dirumahnya; tapi karena Keynan curiga dengan tetangga depan rumah Mia yang sering gonta-ganti cewek dan dibawa ke rumah.

Keynan sudah menawari Mia untuk pindah tapi Mia terlanjur jatuh cinta dengan rumah ini. Rumah klasik bewarna putih yang cukup besar jika hanya ditinggali oleh Mia, ditambah kolam dan halaman luas di belakang rumah menjadi tempat favorit gadis itu. Ini semua pemberian Ayah Keynan saat Mia berusia dua puluh lima tahun.

Om Asher tidak pernah mengusir Mia, pria itu memberi Mia rumah untuk privasi nya karena beliau merasa Mia cukup dewasa untuk tinggal sendiri.

Tentu saja, awalnya hal ini ditentang oleh Keynan karena dirasa Mia lebih aman tinggal bersamanya dan Om Asher, namun melihat Mia yang sangat bahagia membuat lelaki itu tidak tega menolak.

Mia segera bergegas memakai baju dan sedikit makeup lalu turun ke bawah, "americano nya kecium sampai atas."


Keynan mengendikkan bahu ke arah cangkir milik Mia, "minum."

"Makasih Keynan," Mia meraihnya.

Keynan meletakkan jas di kursi samping lantas menggigit sandwich, "berangkat bareng."

"Nggak mau," ucap Mia dengan mulut penuh, "gue masih sejam lagi."

Keynan berdecak.


"Nan."

"Hm."

"Besok libur kan?"

Keynan mengangguk.

"Main yuk?"

"Ke?"

"Wahana yang baru itu. Gimana? Gue pengen banget naik roller coaster nya. Katanya cuma boleh di atas unur dua pukuh satu." ada sebuah wahana Viral dimana tempat itu memiliki roller coaster curam dan tertinggi di Indonesia dan beberapa wahana ekstrim lain yang berhubungan dengan ketinggian.

"Yang lain."

Mia mengerucutkan bibir, "gue pengennya itu. Seru tau."

Keynan menggeleng.

Mia tertawa, "tampang doang sangar tapi takut ketinggian."

"Ck."

"Nggak masalah kalau lo mau naik komedi putar."

Cousin ZoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang