#KeynanMia
Dulu, Mia hanya gadis 13 tahun yang naif, jatuh cinta pada sepupunya, Keynan. Tapi perasaannya ditolak mentah-mentah, dan Keynan membuatnya yakin cinta itu hanya sebatas hubungan keluarga. "You're my cousin, Mia," katanya tegas, memisahka...
"Pak Keynan belum sarapan, mau saya pesankan pancake?"
Keynan menatap Nadia sambil menggelengkan kepala.
"Saya bawa jus strawberry," Nadia meletakkan nya di atas meja, "tanpa gula. Kesukaan kamu."
"Terimakasih," tapi Keynan tidak menyentuhnya.
Keynan terus menatap kosong laptopnya membuat Nadia menghela nafas berat.
"Boleh saya duduk?"
"Terserah."
Nadia menarik kursi lalu duduk tepat di depan Keynan. Dia diam sambil meneliti garis wajah pria itu yang tampak murung dari tiga hari lalu.
"Sejak tiga hari lalu, aku jarang lihat kamu makan," Nadia mulai menggunakan bahasa tidak formal karena mereka hanya berdua, "aku nggak mau kamu sakit."
Keynan melirik Nadia, merasa ada yang aneh dengan gadis itu lalu kembali pada laptopnya. Tidak peduli banyak.
Suasana hati Keynan hancur sejak Mia menolak perasaannya. Bayangan momen itu terus terulang seperti mimpi buruk yang tak Ia inginkan.
Keynan menatap layar komputer tanpa benar-benar memahami apa yang tertulis di sana. Tumpukan dokumen di mejanya hanya menjadi pengingat bahwa hidup terus berjalan, meski hatinya terhenti di satu momen.
Enggak. Gue nggak bisa!
Ucapan itu terus terngiang di telinganya. Keynan mengusap wajah dengan kedua tangan, mencoba menenangkan diri, tetapi sia-sia, "apa yang kurang?!" gumamnya pelan, hampir tak terdengar.
"Kenapa?" Respon Nadia.
Keynan merapikan tumpukan berkas lalu berdiri beranjak pergi meninggalkan Nadia tanpa pamit.
Malam itu, Keynan mengemudi tanpa tujuan, hanya ditemani hujan yang jatuh deras di kaca mobil. Setiap tetes hujan seolah menggambarkan perasaannya-berat, dingin, dan tanpa arah. Dia berhenti di pinggir jalan, membuka jendela sedikit, membiarkan udara malam yang basah mengisi ruang sempit di dalam mobilnya.
Dia mengeluarkan ponselnya, membuka galeri foto. Ada satu foto Mia yang dia ambil diam-diam saat gadis itu tengah kesal karena Keynan memintanya untuk membuatkan pasta di tengah malam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keynan tersenyum pahit, "you're pulling me into deep."
[Kamu menenggelamkan ku terlalu dalam]
Hatinya terasa sesak. Ada begitu banyak hal yang ingin dia katakan, tapi semuanya terasa sia-sia. Keynan menutup matanya, membiarkan air matanya jatuh. Dia adalah pria yang terbiasa kuat, tetapi untuk pertama kalinya, dia merasa rapuh.
Keynan memutuskan mengirim pesan singkat ke Mia,
I need You right now.
Keynan membacanya lalu menghapus pesan itu sebelum ia kirim.