HappyReading 💌
"Sudah siap, partner?"
"Lo ngapain nyuruh gue dateng kesini?" Noah menatap gedung perusahaan milik Keynan.
"Bagian dari kerjasama kita," Nadia tersenyum percaya diri yang justru keliatan songong di mata Noah.
Noah berdecak pasrah lalu mengikuti Nadia dari belakang.
Nadia mengetuk pintu Keynan lalu berbisik pada Noah, "nanti apapun yang gue bilang, lo tinggal iya in aja."
"Apa dulu?"
"Kunci kerjasama itu harus percaya. Lo percaya kan sama gue?"
"Enggak," gumam Noah.
"Ha? Apa?"
"Iya. Iya. Percaya."
"Good," Nadia masuk kedalam di buntuti Noah di belakangnya.
"Pagi pak Keynan."
Lembut banget suaranya. Noah berasa lihat Nadia yang lain.
Keynan bergantian menatap Nadia dan Noah, keningnya mengerut, "kamu masuk hari ini? Dia siapa?"
"Dia Noah, teman saya," Nadia menoleh menatap Noah dengan mata membulat memberi isyarat untuk berjabat tangan dengan Keynan.
Butuh beberapa detik sebelum akhirnya Noah tau maksud itu. Ia maju untuk berjabat tangan dengan Keynan, "Noah Alaric."
Keynan menyambut uluran itu lalu menatap Nadia dengan gelengan kecil.
"Jadi begini, Pak Keynan. Noah lagi butuh kerjaan. Saya lihat di perusahaan ini ada beberapa lowongan. Ini Noah juga sudah kasih surat lamaran kerja ke saya," Nadia menyerahkan selembar surat pada bosnya membuat Noah menatap gadis itu bingung setengah pasrah, perasaan Noah nggak pernah bikin surat lamaran kerja apapun. Dia juga masih terikat dengan jabatan manager di kantor lamanya.
Noah mules. Nih cewek bergerak tanpa sepengetahuannya.
"Namanya Noah, tapi biasa di panggil Arik."
Noah makin pucet. Sejak kapan namanya berubah seperti itu?
"Kasihan pak. Dia belum bayar kontrakan tiga bulan. Kemarin baru aja di usir, sementara ini dia ngunsi ke rumah saya," sambung Nadia.
"Bener begitu, Arik?" Tanya Keynan.
Noah menatap mereka bingung tapi sorotan tajam Nadia membuatnya mengangguk dengan wajah pias, "iya pak."
"Dia makan juga numpang saya. Kemarin di kejer debt collector karena kejerat pinjol, akhirnya saya yang lunasin," imbuh Nadia lagi, "tabungan saya habis buat bayar pinjol dia."
Noah pengen lempar kursi ke wajah polos gadis itu.
Nadia menatap Noah iba, "lain kali kamu nggak perlu pakai pinjol lagi buat makan sehari-hari, kan udah dapet kerjaan disini."
"Iya." Tai.
Nadia tersenyum lalu mengacungkan jempol dari balik punggungnya.
"Gue patahin juga tuh jari," gumam Noah.
"Oke kalau gitu. Kamu boleh kerja disini," Keynan meletakkan kertas itu tanpa perlu pikir panjang, "kalau butuh gaji lebih kamu bisa langsung ke saya."
Nadia tersenyum senang lalu melotot pada Noah yang diam saja.
Noah mengangkat kedua alis heran. Nadia memiring-miringkan kepalanya membuat Noah makin bingung.
Gadis itu kembali menatap Keynan dengan senyum anggun, "saya mewakilkan Arik mengucapkan terimakasih atas kebaikan hati pak Keynan sudah sudi memperkerjakan Arik disini. Dia kalau kelewat seneng pasti speechless."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cousin Zone
Teen Fiction#KeynanMia Dulu, Mia hanya gadis 13 tahun yang naif, jatuh cinta pada sepupunya, Keynan. Tapi perasaannya ditolak mentah-mentah, dan Keynan membuatnya yakin cinta itu hanya sebatas hubungan keluarga. "You're my cousin, Mia," katanya tegas, memisahka...
