17

612 37 3
                                        

HappyReading 💌






Berita menyebar dengan cepat. Semua orang tau Keynan dan Mia telah bertunangan membuat hati Nadia hancur tak tersisa.

Selama enam tahun ini dia selalu ada di sekitar Keynan, berbuat apapun yang Keynan perintah, menjadi apapun yang Keynan suka dan menujukkan yang terbaik untuk pria itu. Tapi apa? Mia merebut harapannya, mengambil mimpinya dan merampas kebahagiaannya.

Bagi Nadia, ini tidak adil!

Gadis cantik dengan helm di kepalanya itu terus menatap butik Mia di seberang dengan dendam.

Tangannya memegang stir kuat, "kurang apa sih hidupnya? Masih aja mau Keynan! Dasar rakus!"

"Terus mau kamu apa, Nad?" Monolog gadis itu, "aku harus bilang ke Mia buat jauhin Keynan!" Keningnya mengernyit lalu menggeleng cepat, "nggak! Nggak bisa gitu. Aku harus mikirin cara buat misahin mereka! Harus!"

Mata Nadia membulat penuh menemukan Mia keluar dari butik dan naik mobilnya.

"Ikutin, ikutin. Cepet!" Nadia bicara sendiri sambil memasukkan kunci lalu memutar gas kuat-kuat membuntuti Mia.





* * *






"Emang nggak bisa di bicarain di telfon?" Mia memutar kemudi, matanya melirik ke arah ponsel yang terhubung dengan Noah.

"No!" Ujar pria itu di sebrang, "gue udah kirim lokasinya."

Mia mengecek ponsel sebentar, "nggak jauh. Lima menit lagi gue sampe."

"See you."

Telfon di tutup. Mia mengetik nama Keynan dan menelponnya.

"Iya, sayang," dering ketiga suara berat dan pelan itu terdengar.

"Hai. Sibuk kah?"

"Lumayan. Nadia ambul cuti jadi aku harus urus semua sendiri."

"Aku mau ajak kamu makan siang.. bareng Noah."

"Noah?"

Mia mengulum bibirnya sebelum menjawab, "iya.. temen yang aku ceritain..."

"Aku seneng kamu ngasih tau," ada sedikit rasa cemburu tapi sirna saat Mia berani mengabarinya.

"Gapapa kan?"

"It's okay," kata Keynan, "tapi kayaknya aku nggak bisa nyusul. Aku ada rapat satu jam lagi."

"Selesai rapat, aku bawain makanan, gimana?"

"Boleh. Makasih," Keynan tersenyum.

"Hm."

"Hati-hati di jalan."

"Oke, bye."

"Kiss?"

"Terus, Nan. Terus..." Ujar Mia dengan nada kesal membuat Keynan tegelak.

Mia akui hari-harinya menjadi berbeda semenjak Keynan mengakui perasaannya. Mia merasa yang kurang telah terlengkapi. Keynan benar-benar pria yang dia idamkan. Setidaknya cinta Mia kali ini tidak bertepuk sebelah tangan seperti yang sudah-sudah.







* * *





Noah tersenyum melihat Mia mendekat dan duduk di depannya.

"Sibuk banget kayaknya. Seminggu nggak ada kabar," Mia meletakkan tasnya di kursi samping.

"Banyak hal yang terjadi seminggu ini," jawaban Noah membuat mereka saling tatap beberapa detik, "ya kan, Mi?"

Nadia di pintu terkejut mendapati Mia bertemu dengan lelaki, "selingkuh nih cewek?!" Ujarnya bergegas masuk.

Cousin ZoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang