19

197 15 3
                                        

Aku balik laagiiiiiii🥳
Janji ini pertama dan terakhir ngalamin writers block wkwk

Semangatin mangkannyaaaa😒





HappyReading

Mia sudah siap dengan setelan berwarna demin miliknya. Hari ini dia sudah punya janji dengan Keynan untuk memilih konsep pernikahan mereka.

Kabar tentang hubungannya pun telah menyebar luas. Kerap kali Keynan dengan bangga mengenalkan Mia pada kolega bisnisnya sebagai calon istri.

Gadis itu masuk ke dalam mobil dan menelpon Keynan, hingga dering usai panggilan tidak terjawab.

Mia berusaha berpikir positif dan mulai menginjak gas pergi ke rumah Keynan.

Di tengah perjalanan ponsel Mia berdering, keningnya mengerut mendapati nomor tidak di kenal namun tetap di jawab.

"Halo, " sapa Mia lebih dulu.

"Mia, apa kabar?"

Mia terkejut merasa tidak asing dengan suara itu, ia menepikan mobilnya.

"Masih inget sama mama kan?" Suaranya terdengar lagi.

Air mata Mia lolos begitu saja, "masih inget Mia, Ma?" Ujarnya lirih.

"Mama terlalu sibuk sampai nggak pernah nanyain kabar kamu. Tapi mama yakin kamu pasti baik-baik aja disana."

Mia mengendus, "iya." Tak mau menanggapi lebih panjang.

"Mama denger kamu mau nikah."

"Iya."

Terdengar helaan nafas disana, "kamu serius? Sama Keynan?"

"Kenapa, Ma?" Ujar Mia lelah, "salah lagi?"

Ratna menghela nafas, "Dia beneran cinta sama kamu? Atau cuma sekedar kasihan?

"Maksud mama?"

"Mia.. mama nggak mau ngehalangi , terserah kamu maunya gimana. Cuma kamu harus tau kalau kamu sama Keynan itu udah dari kecil barengan. Yang tumbuh di antara kalian itu bukan cinta, tapi cuma sekedar rasa sayang sama keluarga aja." Ada jeda singkat sebelum Ratna melanjutkan ucapannya, "mama takut apa yang terjadi ke mama, terjadi ke kamu juga. Jangan nikah sama pria yang cuma kasihan sama kamu. Itu bakal nyakitin kamu nanti."

"Setelah bertahun-tahun Mama nggak pernah nelepon, nggak pernah nanya kabar, dan sekarang muncul cuma untuk kritik keputusan hidupku?"

"No. Ini bukan kritik. Saran aja. Mama nggak mau kamu salah pilih kayak mama."

"Mama dimana?" Lirih Mia.

"Jakarta sayang," ujarnya, "Mama pengen ketemu kamu sama Keynan, bisa kan?"

"Iya."

"See you."

Panggilan dimatikan. Gadis itu menyisir rambutnya ke belakang dengan helaan nafas berat. Mia tidak percaya ibunya akan berbicara seperti ini.

Bukannya mendukung malah membuat Mia makin kebingungan.

Ponsel Mia kembali berdering, senyumnya mengembang melihat nama Keynan disana.

"Mia," sapa Keynan lebih dulu, "maaf tadi lagi di toilet. Kamu masih dirumah?"

Mia kembali menginjak gas, "enggak, lagi perjalanan ke tempat bu Dewi, kita jadi atur konsep hari ini kan?"

"Iya," jawab Keynan, "tapi kamu bisa ke rumahku bentar?"

"Oh.. oke."

"See you."

Cousin ZoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang