HappyReading 💌
Mia berbaring di atas kasur. Malam yang sangat indah dan penuh kejutan. Mia menyukai semuanya, segalanya berjalan dengan lancar termasuk Noah yang berhasil mengetahui identitasnya.
Mia menghela nafas berat. Bukan masalah besar. Mungkin terasa sedikit mengecewakan karena Mia memiliki kesulitan untuk mempercayai pria setelah hubungannya dengan Aldi.
Gadis itu meraih ponselnya, kembali membaca pesan Noah yang tampak tulus.
Noah
Gue nggak nyangka kalau ternyata lo fashion designer.
Ikut bangga sama pencapaian lo.
Mia menekan tombol telfon, beberapa detik berdering sebelum akhirnya terdengar suara Noah yang sedikit berat.
"Halo, Mia. Seneng banget dapet telfon dari lo,"
Mia menggambar di bantal dengan jarinya, "gue ganggu lo tidur?" Mia melirik jam yang sudah lewat tengah malam lalu merutuki kebodohannya.
"Nggak. Gapapa. Lagian juga udah tidur dari tadi," di sebrang sana Noah mendudukkan diri di ranjang, "gimana acaranya? Sempet kaget lihat berita, gue kira Mia yang lain."
Mia terkekeh singkat, "sorry.. waktu itu kita baru ketemu. Gue nggak bisa terlalu terbuka sama orang baru."
"Justru itu sikap yang tepat menurut gue."
"Sorry..."
"Nggak usah ngerasa bersalah banget," Noah terkekeh, "privasi lo. Sepenuhnya hak lo mau ngasih tau atau enggak. Tapi gimana? Semuanya lancar kan?"
"Sesuai harapan."
"Gue suka konsep wedding dress yang di pakai model ke tiga. Cakep banget. Nggak terlalu terbuka tapi elegan," Noah memuji karya Mia.
"Makasih," mia mendapat pujian kesekian kali atas karyanya, "lo liat fotonya?"
"Iya, di Instagram butik lo."
Mia terkekeh, "secepet itu langsung stalker."
"Salah sendiri bikin penasaran."
"Oke.. oke.." Mia tidak mengelak, "kerjaan lo gimana?"
"It's a bad day," kata Noah.
"Kenapa?"
Di seberang sana, Noah menghela napas pelan, "banyak banget yang harus diurus. Deadline laporan, tim gue ada yang cuti mendadak, terus ada klien yang tiba-tiba minta revisi proposal. Mana Tristan ngilang nggak ada kabar."
"Capek banget pasti."
"Begitulah," Noah mengangguk meski Mia tak bisa melihatnya, "i know everyone has their own problems, tapi lari dari masalah bukan solusi."
"Emang lo nggak tau Tristan kemana?"
"Nggak ada yang tau."
Mereka terdiam sejenak membiarkan suasana tenang mengisi jarak di antara mereka.
"Mia,"
"Ya?"
"Gue bikin croissant besok pagi," kata Noah, "udah selesai lukisannya?"
Mia tersenyum, "dari beberapa hari yang lalu. Cuma karena gue agak sibuk jadi nggak sempet ngabarin."
"Ketemu besok?"
"Boleh."
Noah tersenyum hingga menampilkan gigi rapihnya, "boleh tanya sesuatu?"
"Silahkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cousin Zone
Novela Juvenil#KeynanMia Dulu, Mia hanya gadis 13 tahun yang naif, jatuh cinta pada sepupunya, Keynan. Tapi perasaannya ditolak mentah-mentah, dan Keynan membuatnya yakin cinta itu hanya sebatas hubungan keluarga. "You're my cousin, Mia," katanya tegas, memisahka...
