who is she?

350 27 2
                                    

"Mami,Zoya"

------------------------------------------

" K-kalian?" Ucap Jemian cukup terbata atas keterkejutannya, sedangkan Jevan, Harsa, Dan Rendra terdiam, Harsa memang mengenal mami nya Jemian dan mereka sangat dekat tapi gadis itu...Harsa tak mengenalnya sama sekali

Dari kedua pihak sama² saling menghampiri , dan mereka akhirnya berpelukan, Awalnya hanya sang mami yang memeluknya tapi kemudian gadis yang bernama Zoya itu ikut serta dalam suasana hangat ini

Harsa,Rendra dan Jevan terdiam kaku melihat pemandangan tiba² ini , Mereka saling memandang satu sama lain seolah mencari penjelasan

Hingga akhirnya pelukan pun terlepas, Mami Jemian memandang anaknya dengan penuh haru, seperti ada kerinduan yang tersirat dimata sang ibu yang menatapnya teduh sembari mengusap usap pipinya lembut, Jemian meremas jari ibunya rindu, sejak beberapa bulan ini ibu dan anak ini terpisah cukup lama dan berakhir menciptakan kerinduan diantara keduanya

" Maafin mami sayang, mami baru bisa liat kamu lagi sekarang " Terdengar nada lirih yang dilontarkannya, merasa menyesal harus meninggalkan putra semata wayang nya sendirian setiap tahunnya

Jemian mengangguk lalu tersenyum getir " Tak apa, yang penting sekarang mami udah disini, ditambah sekarang ada Zoya" Balasnya, ia tampilkan senyumnya pada Zoya yang sama menatapnya teduh

Mami Jemian tersenyum simpul, dia baru sadar bahwa putra nya tak pulang sendirian ada 3 pemuda lainnya dibelakangnya
" Eh ada temen kamu? Maaf... aduh malah macet disini " Ujarnya sedikit tak enak

Dengan refleks mereka membungkukkan punggungnya tanda memberi salam

" Sa...kamu ajak gih temen kalian ke meja makan, tante udah masak banyak loh " Harsa mengerti, dia mengangguk dan senyuman tak pernah pudar diwajahnya

" Oke tante!!" Lantas Harsa segera menggiring kedua pria manis itu untuk duduk di meja makan , dan mereka menurut saja

" Ayo sayang, kita juga duduk " mami Jemian segera menarik Jemian dan zoya, Lalu mereka mendudukan di bangku yang masih tersisa

semuanya masih diam, Jemian melirik teman-temannya yang kelihatan tegang,Apa maminya terlihat galak?Ah tidak juga.

" Ayo silakan, ini tante loh yang masak, iyakan zoy " Serunya sembari menepuk pundak zoya yang sudah duduk anteng disebelahnya, Sekarang posisinya dia berada ditengah²Jemian dan maminya.

Semuanya mengangguk tak enak, Tapi Harsa biasa saja dia sudah sangat dekat dengan maminya Jemian, Maminya tau mereka sudah seperti saudara

Makanannya nampak menggiurkan, semuanya sudah ambil nasi beserta lauk pauknya, Jevan menyuap makanan itu ragu, matanya masih menatap kearah depan dimana pria itu duduk berhadapan dengannya

Mami Jemian begitu perhatian terhadap Zoya dan Jemian,Terlintas dipikirannya tentang siapakah Zoya? Kakaknya Jemian, adiknya, Atau orang pilihan maminya untuk Jemian?

Jangan!!, Jevan tak ingin berpikiran begitu dia harus berpikir positif, tapi...bagaimana harus berpikir positif jika Jemian saja se-perhatian itu pada sosok wanita yang kelihatannya seumuran dengan mereka.

Jevan kembali fokus menyantap makanannya lagi setelah sempat Jemian menatapnya, Membuat Jevan mengalihkan atensi nya entah kenapa

Just You!! Jaemjen  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang