"Hei bocah - bocah nakal istirahat dulu !" pekik Pak bian
Seraya mendengar kalimat itu mereka semua langsung tergeletak di lapangan. Lapangan yang terbuat dari pasir tersebut tak bisa menghalangi rasa lelah dari latihan keras yang baru saja mereka jalani.
"Akhirnya.... cape banget gua" dumel Adel
" tapi entah kenapa beberapa hari ini gua ngga cape dari biasanya lo " ujar Olla
Mereka juga mengangguk setuju dengan perkataan Olla. Sebelumnya ketika mengikuti program latihan dari pak tua Bian biasanya mereka akan kelelahan dengan cepat. Perbedaaan inilah menimbulkan kebingungan.
"Berarti kita udah beradptasi sama pola latihannya guru" jelas Gita
"Kal-"
"Ooooiii..... aku tidak ingin dimarahi oleh istri tercinta ku jika kalian tidak kembali secepatnya" Mendengar itu mereka pun bergegas untuk kembali.
Terlihat Shani tengah berkutat dengan beberapa buku dan rekaman dihadapannya. Mendengar himbauan dari Audrey, mengalihkan atensi wanita itu, ternyata ia sedang kewalahan dalam menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Memaksa Shani menghentikan aktifitasnya.
Makan malam terjamu dengan hikmat tanpa ada yang terlewatkan. Para bocil shani tampak tak punya semangat untuk berdebat di meja makan. Setelah kejadian dimana mereka menerima nasehat dari Audrey tentang etika makan, ditambah dengan faktor kelelahan yang menjadikan mereka sedikit lebih tenang.
Di sebuah batang kayu yang sudah tumbang, pria tua itu sedang duduk di atasnya. Terhitung sudah sekitar 6 bulan ini Pak bian tidak menyentuh benda yang mana mengonsumsinya dapat merilekskan, sebab nikotin yang terkandung dalam benda tersebut. Kepulan asap dan ombak yang menabrak batu karang menambah kesan ketenangan bagi dirinya.
"GURU !!"
Saat menoleh ke belakang ia terkejut kehadiran dua muridnya yang dihadiahi dengan tatapan tajam oleh dua muridnya itu. Seolah mendapat tatapan yang kurang mengenakkan, dengan segera ia melempar puntung benda tersebut ke arah sembarangan.
"Guru merokok??"
"Wah aku baru tau sih kalau guru ngerokok"
"Hhmm siapa ya, yang bilang kalau kesehatan diatas segalanya ???"
"Taunya guru makan ludah sendiri" sindir kedua gadis itu.
Pak tua itu terkejut dengan umpatan yang di lontarkan padanya "Hahahaha kalian tau... Aku merasa de javu dengan kejadian ini, kalau begitu maaf kalau guru kalian ini tidak displin"
"Maaf ya Freya... Christy... "
" Hhmm... Maafin ngga ya?? Maafin ngga toy??"
"Hhmm gimana ya??" pikir Christy dengan jari telunjuk yang menempel di dagu.
Pak tua Bian yang melihat tingkah jahil mereka pun hanya mampu menghela nafas.
"Baiklah, baiklah aku kalah. Apa yang kalian inginkan?" tanya pria tua itu ke intinya.
"Kita bercanda kok guru~~ tapi kalau guru mau, gimana kalo guru ceritain ke kita tentang guru"
Pak bian menimang perkataan Freya tadi dengan berfikir sejenak, apa bagusnya menceritakan tentang dirinya kepada dua muridnya ini.
"Kita kan cuma pengen lebih dekat doang kok sama guru, lagian ni ya guru, kata bunda, guru tu cuma galak pas latian doang, Please mau ya guru~~ " rengek Christy
KAMU SEDANG MEMBACA
Fly!!!
Random" SMA Jaya 48 hanya bintang yang redup dari masa lalu hahahahaha " Update setiap sabtu - minggu
